| Senin, 12 Juli 2004 | PANTURA |
Sekolah Favorit Kelebihan PendaftarBREBES - SMP dan SMA favorit kewalahan dalam menerima siswa baru karena jumlah pendaftar melebihi kebutuhan siswa sekolah itu. Sebaliknya, sekolah negeri ''pinggiran'' dan sekolah swasta sepi pendaftar. Misalnya, di salah satu sekolah favorit, SMA 3 Brebes, hingga hari terakhir pendaftaran Jumat siang lalu tercatat 860 pendaftar. Padahal, sekolah tersebut hanya membutuhkan 360 siswa atau sembilan kelas. Kondisi sama juga terjadi di SMA 1 dan SMA 2. Pendaftar melebihi kuota yang dibutuhkan sekolah-sekolah tersebut. Di tingkat SMP hal yang sama terjadi pada SMP 1 Brebes dengan pendaftar 400 siswa, SMP 2 Brebes (430), SMP 3 Brebes (482), kemudian SMP 1 Wanasari (505), SMP 1 Jatibarang (440), dan SMP 2 Jatibarang (400). Di sisi lain, pendaftar SMP Ma'arif Keboledan Wanasari dan SMP swasta Sawojajar hanya sedikit. Kepala SMA 3 Brebes Drs Sri Lahir mengatakan, dari 800 lebih pendaftar nilai tertinggi adalah 22,10 dan terendah 12,50. Untuk menentukan yang pantas masuk sekolah tersebut, pihaknya setiap hari membuka jurnal nilai tertinggi dan terendah. Dengan demikian, mereka yang merasa berada di urutan yang harus tereleminasi bisa segera mengusahakan ke sekolah lain. Sebab, pihaknya hanya membutuhkan sembilan kelas atau 360 siswa. Beberapa sekolah, seperti SMA 1 Brebes, menyediakan bonus nilai tambahan untuk pendaftar yang memiliki prestasi juara lomba di tingkat kabupaten atau kecamatan. Juara tingkat kabupaten dihargai nilai bonus 1, juara II bonus 0,75, dan ketiga 0,50, serta juara tingkat kecamatan 0,25. Terhadap permintaan warga lingkungan sekolah yang menghendaki ada prioritas masuk sekolah tersebut, Kepala SMA 1 Drs Sihab Zuhri memberikan kebijakan bonus nilai 0,25 atau setingkat dengan juara kecamatan. Hal itu dilakukan dalam rangka bina lingkungan. Namun, bila dengan bonus nilai tersebut tetap tidak memenuhi syarat atau masih di bawah nilai terendah, mereka tetap akan tergusur. Kasubdin SLTP/SLTA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Drs H Munthoha MM kemarin mengatakan, membeludaknya pendaftar di sekolah favorit dimungkinkan karena ada anggapan sekolah tersebut mempunyai nilai plus dalam pembelajaran siswa. Padahal, semua sekolah negeri dan swasta menggunakan kurikulum sama. Soal sekolah yang belum memperoleh murid, Munthoha berharap, para orang tua siswa segera memindahkan anak mereka ke sekolah yang belum mendapatkan murid sebelum masuk tahun pelajaran baru. ''Sebetulnya waktu pendaftaran sekolah sudah tutup. Namun, sekolah yang tak mempunyai siswa baru dipersilakan menampung dari sekolah yang kelebihan siswa,'' tuturnya. (wh-90e) |