| Senin, 12 Juli 2004 | PANTURA |
Bahaya Ajari Anak dengan Kata-kata PeloSLAWI - Dalam melatih berbicara kepada anak, orang tua disarankan jangan mengajari dengan kata-kata pelo. Karena anak akan meniru mengucapkannya dengan bahasa seperti itu. Imbauan sederhana dan menarik itu diungkapkan Ustad Mustahid saat memberikan wejangan dalam peresmian Play Group (PG) dan Taman Kanak-Kanak (TK) Madinah Islamic Fullday School, di Kelurahan Procot, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal, kemarin. "Berbahaya kalau orang tua mengajari anak dengan bahasa pelo. Contohnya begini, aduh Ani kok ambutnya udah anjang ya," tutur Mustahid. "Lalu si anak akan menjawab, iya Ani inin otong iting," ujar dia, membuat tamu undangan yang hadir dalam peresmian itu tertawa terpingkal-pingkal. Maksud jawaban si anak, kata dia, ingin potong rambut keriting saja. Lantaran sering diajari bahasa yang tidak sesuai dengan ucapan yang benar atau pelo, anak akhirnya terbiasa mengucapkan kata-kata tidak sesuai dengan ucapan yang benar. Di sisi lain, guru mengaji itu mengimbau agar perilaku anak sehari-hari diperhatikan secara serius. Sebagai misal, saat anak menonton televisi. Sikap Arif Sementara itu Bupati Tegal Agus Riyanto SSos mengatakan, perilaku orang tua merupakan panutan bagi anak-anak. Terutama anak-anak yang masih berusia dini, antara usia tiga hingga lima tahun. Anak-anak usia itu mudah menirukan apa yang dilakukan oleh orang tua, sehingga dibutuhkan sikap arif dalam mendidik anak. Dalam peresmian itu Wakil Ketua Yayasan Madihan Drs Hasan Munawar mengatakan, dalam tahun ajaran baru sekarang banyak pendaftar yang terpaksa tidak diterima karena daya tampung yang kurang. Tahun ajaran sekarang, sebenarnya hanya menerima 40 santri dan santriwati. "Namun melihat peminat membeludak, pihaknya menerima pendaftar sampai 52 santi dan santriwati," tuturnya. (D12-14) |