logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 12 Juli 2004 PANTURA
Line

Lokasi Lama Bisa untuk Pasar Swalayan

MEMBANGUN sebuah kompleks perkantoran di atas areal tanah lima hektare, pertanyaan tentunya akan mengarah dari mana pemkab mengalokasikan anggaran ? Sebab, menurut rencana bangunan tersebut akan menelan anggaran antara Rp 10 sampai Rp 15 miliar. Konsultan Anugerah Jaya Ir Wisnu Maruto yang membuat site plan kompleks perkantoran itu, mengatakan, pemkab tidak perlu mengeluarkan anggaran dari APBD II. Tetapi, bisa memanfaatkan dana dari penjualan beberapa aset milik pemkab yang berada di jantung kota.

Secara kebetulan kantor Sekretariat Pemkab posisinya sangat strategis di tengah kota, yang memungkinkan bisa dijual untuk kepentingan usaha lain, seperti perhotelan atau pasar swalayan. Bahkan mungkin untuk kantor perbankkan, dan kantor perusahaan swasta lain.

"Dari obrolan ringan dengan beberapa pengusaha, mereka membutuhkan lokasi stategis untuk perkantoran. Jika berminat dan pemkab mau menjual dapat dipergunakan untuk membangun kantor baru," paparnya.

8,1 Hektare

Wisnu juga mengatakan, apabila bangunan tersebut dua lantai paling sedikit dia membutuhkan 8,1 hektare tanah. Namun kalau tiga lantai hanya lima hektare. "Soal biaya yang pasti kita perhitungan sesuai kebutuhan pemerintah,"

Secara terpisah Ketua Komisi D DPRD Brebes Kapten Laut Arie Budhi Sutrisno mengatakan, sangat mendukung gagasan yang bakal dilakukan pemkab. Sebab, menurut dia yang juga asli Brebes, daerah ini sebagai lalu lintas pemakai jalan pantura, sudah tidak memenuhi syarat lagi mempunyai kantor pemkab di tengah kota.

"Lihat saja, hampir setiap hari di jalan P Diponegoro depan kantor sekretariat hampir terjadi kemacetan. Masalah ini harus kita pikirkan mulai sekarang," paparnya.

Problema yang dihadapi pemerintah dalam mendekatkan pelayanan sudah waktunya kita pikirkan. Sebab, masalah ini kalau tidak diselesaikan sekarang, Brebes akan tertinggal dengan perkembangan daerah lain seperti Kota Tegal dan Kabupaten Tegal.

Bahkan, jika jalur lingkar selesai, perlu dipikirkan pembangunan kawasan pantai utara yang selama ini belum tersentuh. "Selain menggali potensi laut yang ada, juga bisa mengembangkan sektor wisata," tukasnya.(Wahidin Soedja-90)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA