| Senin, 12 Juli 2004 | PANTURA |
Urun RembugPengembangan Kawasan PanturaOleh: EfayantiKARENA berada di jalur pantai utara (pantura), kawasan pantai memiliki arti yang penting bagi Kabupaten Batang, khususnya jika menyinggung soal pendapatan asli daerah (PAD). Dibandingkan dengan kabupaten lain seperti Brebes, Tegal, Pemalang, dan Pekalongan (yang juga berada di pantura), Batang memang tergolong ketinggalan dalam upaya pengembangan kawasan pantai. Tegal sudah lebih lama dalam hal pemanfaatan sumber daya laut, menyusul Brebes yang mengembangkan wisata pantai, demikian juga Pemalang dengan Pantai Wisata Purwohamba atau Pekalongan yang tengah mengembangkan kawasan wisata pantai Slamaran. Tapi, tampaknya upaya pengembangan wilayah pantai untuk menggali sumber ekonomi juga tengah dilakukan Pemkab Batang. Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di dermaga Batang sudah lama menjadi andalan wilayah utara Kabupaten Batang. Rencana pengembangan berikutnya adalah pembukaan SPBU untuk melayani pengisian bahan bakar kapal, serta rencana membuat pelabuhan bongkar batu bara dan kayu olahan. Kedua komoditas ini penting, karena beberapa pabrik di Batang tengah memikirkan bahan bakar alternatif, sedangkan kayu olahan diperlukan para pengusaha galangan kapal yang kini makin berkembang baik di wilayah ini. Pengembangan pantai sebagai kawasan wisata juga mulai dirambah. Kawasan yang tengah dibenahi adalah kawasan Pantai Sigandu. Dalam skala kecil, lokasi ini sudah dibuka secara komersial. Pengunjung sejauh ini memang baru warga lokal. Tapi jika pengembangan dilakukan secara serius, prospek ke depan tentulah bisa lebih diharapkan. Kendala-kendala yang mengadang upaya pengembangan ini tentu saja tak dapat dielakkan. Selain masalah anggaran, yang juga menjadi ganjalan adalah masalah sumber daya manusia dan kebijakan yang belum kondusif. Sekadar gambaran, di masa lalu, dermaga Batang sempat kurang diminati kapal penangkap ikan untuk menjual hasil tangkapannya di tempat itu. Masalahnya adalah soal harga jual di TPI yang kerap lebih rendah daripada pelabuhan di tempat lain. Para nelayan (bahkan dari Batang sendiri) lebih memilih membongkar tangkapannya di pelabuhan lain untuk mendapatkan harga ikan yang lebih baik. Kabarnya, ada indikasi kongkalikong antara pihak pelelang dengan pembeli dalam proses pelelangan. Masalah ketersediaan keranjang ikan dulu juga sempat jadi masalah. Masalah lainnya adalah pendangkalan dermaga yang menyulitkan kapal berlabuh. Upaya pengerukan yang pernah dilakukan juga kurang memberikan hasil baik, karena justru merusak dermaga akibat pengikisan tanah. Tapi kondisi sekarang setidaknya memang telah menjadi lebih baik, meskipun dermaga Batang masih terbilang kalah ramai dibandingkan dengan dermaga di kota lainnya. Masalah kekurangsiapan sumber daya manusia, memang harus diakui masih menjadi ganjalan untuk pengembangan ke depan. Di kawasan Pantai Sigandu misalnya, masih ada kecenderungan kekurangdisiplinan petugas dalam soal penarikan retribusi karcis masuk. Hal ini tentu saja berakibat pada hasil pendapatan daerah yang jauh dari harapan. Kemudian juga dari aparat terkait yang terkesan kurang serius dan kurang memiliki target yang jelas untuk mengembangkannya. Masalah penganggaran pengembangan kawasan wisata Pantai Sigandu saja masih ada gejala tarik ulur dalam penentuan jumlahnya dalam APBD. Berharap dari keterlibatan investor dalam pengembangan kawasan pantai, agaknya belum bisa masuk dalam perencanaan. Pihak investor tampaknya masih enggan melirik peluang usaha di bidang wisata mengingat hasil-hasil yang belum bisa diandalkan. Tapi kalau bercermin dari kabupaten lain di pantura, turun tangannya pemerintah dalam pengembangan wilayah pantai ternyata memberikan hasil yang baik. Contohnya Kabupaten Brebes yang telah berhasil menunjukkan perkembangan yang pesat untuk wilayah pantai yang mereka miliki. Hal ini memang membuktikan satu hal, kesungguhan dan perencanaan yang matang adalah kunci utamanya. Kemudian, pembenahan mental aparat dan orang-orang yang terlibat di dalamnya juga merupakan hal yang tidak bisa diabaikan. (74) Efayanti, warga Perum Korpri D-1 No 15 Pasekaran Batang. |