logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 12 Juli 2004 PANTURA
Line

Kapal Melaut Dimintai Bantuan

PEKALONGAN - Polisi Air (Polair) Pekalongan kemarin menyebar informasi adanya tabrakan kapal besi yang diduga kapal tongkang dengan kapal sopek di Perairan Pekalongan. "Untuk mencari korban yang hilang, kami minta bantuan beberapa kapal sopek dan purseseine agar memperhatikan lokasi tabrakan sekitar 5 mil sebelah utara Pantai Pekalongan. Bila menemukan anak buah kapal (ABK) terapung, mereka diminta mengangkatnya untuk dibawa ke Pelabuhan Pekalongan," kata Kepala Polair Pekalongan AKP Edi Suharsono, kemarin sore.

Edi mengatakan, pihaknya belum memeriksa para korban yang selamat meski mereka sudah melaporkan ke kantor Polair Pekalongan, Sabtu dini hari.

Edi menjelaskan, tabrakan itu terjadi antara kapal besi yang belum diketahui identitasnya dengan kapal sopek KM Maharani milik H Daryono, warga Tanjungsari Kelurahan Sugihwaras, Pemalang. Kapal sopek tersebut diduga pecah dan tenggelam sekitar 7 mil di sebelah utara Pantai Pekalongan. Akibatnya, seorang ABK ditemukan menjadi mayat dan satu lagi hilang.

Adapun tiga ABK lain selamat dan pada malamnya sampai ke Polair Pekalongan untuk melaporkan peristiwa yang mereka alami. Ketiga ABK yang selamat adalah Nurohim bin Rahmat (50), Sukendar bin Wahyudi (26), dan Kamid bin Rohim (40), ketiganya penduduk Tanjungsari, Kelurahan Sugihwarah, Pemalang. Hanya, bagaimana mereka selamat, pihak Polair belum menanyakannya karena pada malam itu ketiga korban terburu-buru pulang. Menurut rencana, Polair juga akan meminta keterangan mereka di rumahnya.

Kemudian, dua korban dikabarkan hilang. Namun, tidak lama kemudian, satu di antaranya ditemukan sudah menjadi mayat. Dia adalah Danari (50) warga Tanjungsari. Satu lagi bernama Takijan (32) yang juga penduduk Tanjungsari belum jelas nasibnya. Sebab, sampai kemarin sore dia belum ditemukan.

Berkaitan dengan tabrakan itu, pihaknya terpaksa meminta bantuan para nakhoda kapal sopek yang berangkat melaut. "Saya minta jika mereka melewati lokasi tabrakan agar melihat dengan cermat kemungkinan ada ABK yang terapung. Namun, sampai hari ini (kemarin sore-Red) belum ada informasi ditemukannya nelayan sopek tersebut," katanya.

Sebenarnya Polair ingin mencari sendiri ke lokasi kecelakaan. Namun, kapal pol 286 (perahu kecil bermesin yang memiliki kecepatan cukup tinggi) milik kantor itu saat ini rusak. Karena itu, petugas tidak bisa berbuat banyak. (A15-90e)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA