logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 12 Juli 2004 OLAHRAGA
Line

Catatan dari Jakabaring (1)

Jateng Siapkan 107 Kamar Hotel

TARGET ''3 Besar'' PON bagi Jateng sebenarnya sudah dilakukan sejak kepemimpinan KONI di bawah Drs H Soeparto dan Gubernur HM Imail, pada PON XIII lalu. Namun hingga PON XV di Surabaya, 2000, lalu, harapan masyarakat daerah ini belum juga terwujud.

Kini di bawah kepemimpinan Ketua Umum KONI Jateng RM Aning Sunindyo dan Gubenur Mardiyanto, ambisi besar kembali dicanangkan. Pada PON XVI di Palembang, 2-14 September mendatang, target itu pun menjadi titik tertinggi pencapaian prestasi olahraga Jateng. Sepertinya sasaran itu sudah menjadi amanat yang harus diemban oleh pengurus KONI Jateng dan dijabarkan oleh para atlet serta pelatih.

Namun target di atas kertas itu pun perlu dipersiapkan sarana dan prasarana. Para atlet dan pelatih mempersiapkan kemampuan untuk bisa bersaing di arena guna mendulang medali. Dari sisi nonteknis, para pengurus menyiapkan segala piranti untuk mendukung tercapainya prestasi tertinggi.

Salah satu faktor penentu sukses di lapangan adalah akomodasi selama berlangsungnya PON yakni berupa penginapan yang representatif sehingga membuat para atlet bisa istirahat nyaman agar kondisi fit dan siap bertarung. Faktor lainnya, sarana transportasi yang memadai agar atlet bisa sampai ke arena tepat waktu.

Guna mewujudkan hal itu, Wakil Ketua Umum Bidang Dana HB Bahreisy Gozali langsung mengambil langkah-langkah serius. Sejak awal 2004 ini, dia - baik dengan staf PT Gazali Inti International maupun pengurus KONI Jateng - sudah bolak-balik ke Palembang.

''Hal pertama yang kami lakukan adalah melihat kondisi venues, untuk kemudian kami siapkan penginapan dan transportasi yang memadai. Faktor ini saya anggap penting untuk menunjang prestasi,'' kata Gozali.

Dia rupanya mengambil pelajaran penting dari PON XV di Surabaya, 2000. Menurutnya, ketika itu penyiapan akomodasi dan transportasi kurang maksimal, sehingga prestasi atletnya pun belum memuaskan. Kini antisipasi awal telah dilakukan. Terakhir, Rabu dan Kamis (7-8 Juli) pekan lalu, dia bersama staf PT GII yakni Anis Zaky, Maruli Abdullah, Toni Nugroho dan staf di Palembang M Sobri serta Ketua Siwo-PWI Jateng Ade Oesman melakukan peninjauan lokasi terakhir sekaligus memastikan tempat-tempat penginapan yang akan dipakai kontingen Jateng.

Dari kunjungan itu, Jateng sudah memesan 62 kamar dari tipe standar hingga suite di Hotel Sanjaya (bintang 4), sembilan kamar Hotel Bumi Asih (melati) dan 31 kamar di Asrama Arun Pertamina UP III Plaju. Di samping itu, disewa pula dua rumah di Kayu Agung Kabupaten Ogan Komering Ilir dan di pusat Kota Palembang.

Rumah di Kayu Agung disiapkan untuk penginapa 25 atlet dan ofisial tim dayung, sedangkan rumah milih H Masteri Toha di Kampus Blok K/32 disiapkan untuk sekretariat kontingen.

''Tempat-tempat yang kami sudah pastikan masih di seputar Stadion Jakabaring Palembang, tempat pembukaan dan penutupan PON. Masih ada lagi yang harus diberesi seperti di Musi Banyu Asin dan Bangka Belitung,'' papar Gozali.

Untuk sarana transportasi, bos biro perjalanan dan umroh PT GII ini sudah memberanikan diri melangkah dengan mengontrak 20 armada Toyota Kijang dan Mitsubishi L-300 selama satu bulan.

Melihat kondisi lapangan di Palembang, apa yang dilakukan Gozali sangat tepat. Sebab venues-venues di sana berjauhan dan sarana transportasi umum kurang memadai. Hotel-hotel di sana sudah full booked. Bahkan Suara Merdeka yang bemaksud booking kamar hotel untuk tim liputan PON, dijanjikan apabila ada pihak lain yang membatalkannya.

Bisa dibayangkan betapa repotnya jika pada hari H, kontingen tidak mendapat penginapan. Latihan keras yang dilakukan berbulan-bulan bisa rusak akibat tidak adanya akomodasi dan transportasi yang memadai.(Darjo Soyat, bersambung-57)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA