logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 12 Juli 2004 OLAHRAGA
Line

Persis Kembalikan Trofi ke Panitia

  • Persik Juara Liga Remaja Jateng

MAGELANG -Persik Yunior Kendal keluar sebagai juara Kompetisi Liga Remaja Piala Suratin tingkat PSSI Jawa Tengah. Di final yang berlangsung di Stadion Sapta Marga Akademi Militer (Akmil) Magelang, Minggu petang kemarin, tim asuhan Firmandoyo itu mengalahkan Persis Solo Yunior 1-0. Gol yang terjadi pada menit ke-4, disarangkan oleh Nasrun.

Karena merasa dikecewakan oleh kepemimpinan wasit, saat penerimaan trofi semua pemain Persis tidak diizinkan tampil ke lapangan untuk berbaris. Seusai menerima trofi dan sejumlah bola, Pelatih Persis Agus Atek Pratikno mengembalikan hadiah itu kepada panitia.

Manajer Persis Yulianto Nugroho menjelaskan, trofi terpaksa dikembalikan, karena pihaknya tidak puas terhadap kepemimpinan wasit. Di samping gol yang terjadi berbau offside, juga ada dua pelanggaran hands ball di kotak penalti untuk keuntungan timnya yang tidak diberikan wasit. ''Itu wujud protes kami,'' tuturnya.

Pertandingan yang dipimpin wasit Didik Prasetyo itu disaksikan kurang dari 100 penonton. Selain para orang tua pemain, hadir pula Bupati Kendal Hendy Budoro SH serta Ketua Harian Persis Rio Suseno. Pertandingan itu berlangsung keras.

Langsung Menyerang

Mengawali pertandingan, anak-anak Kendal langsung menyerang melalui dua sayapnya. Itu sempat membuat pertahanan lawan kedodoran.

Pada menit keempat datang serangan dari rusuk kanan. Mintarso yang membawa bola di jantung pertahanan, tanpa penjagaan menyodorkan bola ke tengah, yang diterima Nasrun. Dengan bebasnya, pemain bernomor punggung sembilan ini menendang bola pelan mendatar ke gawang.

Gol cepat ini sempat mengejutkan anak-anak Solo. Mereka berupaya main agresif. Namun, serangan-serangannya itu selalu kandas.

Pada menit ke-10 terjadi keributan tepat di tengah lapangan. Mendadak Ageng Gaga, pemain Persis bernomor punggung 22, lari memukul Syaful Amri. Seharusnya wasit memberikan kartu merah untuk Ageng. Tetapi sebaliknya, dia memberi kartu kuning untuk Syaful Amri.

Sejak peristiwa tersebut, permainan menjurus keras. Keputusan wasit sering kali mengecewakan kedua tim.

Persik terus melakukan serangan melalui dua sayapnya. Dua kali kesempatan tepat di mulut gawang berhasil didapat. Namun, tendanganSetyono dan Nasrun jatuh di pelukan kiper Aditya.

Pada babak kedua, upaya Persis untuk menebus kekalahan mengalami kesulitan, Banyak umpan salah alamat. Mereka juga hanya memasang satu striker, sehingga serangannya mudah diantisipasi.

Hendy Budoro sangat puas dengan penampilan timnya. ''Kita sudah memprediksi menang atau mengulang sukses pada babak penyisihan lalu (menang 3-0). Disediakan bonus Rp 500.000, untuk tiap pemain,'' tuturnya.

Pelatih Firmandoyo mengaku kemenangan itu diraih karena keberuntungan, selain para pemainnya memang tampil disiplin. Dia mengakui lawannya mulai bangun di babak kedua dengan terus menyerang. ''Kesulitan Persis karena hanya mengandalkan satu striker,'' katanya.

''Gol awal pertandingan sangat mengejutkan anak-anak. Mereka belum siap dan kita kecolongan,'' kata Pelatih Persis Agus Atek Pratikno.

Dia juga merasakan lawan tampil bagus dengan pressing ketat, sehingga menyulitkan permainan timnya untuk berkembang. (P44-22)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA