logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 12 Juli 2004 OLAHRAGA
Line

Hasil Seri di Pasuruan Dihargai Rp 25 Juta

JEPARA-Bermain hanya dengan sepuluh orang sejak menit ke-80, Persijap Jepara berhasil menahan imbang Persekabpas 1-1 dalam pertandingan yang berlangsung di Stadion Bangil, Kabupaten Pasuruan, Sabtu lalu.

''Tak apalah. Hasil seri sudah lumayan bagus, melihat perjuangan anak-anak yang sangat berat. Makanya, bonus Rp 25 juta (jatah kemenangan) tetap kami berikan,'' ujar Setiyono.

Manajemen tim biasa memberikan bonus Rp 25 juta untuk kemenangan partai kandang maupun partai tandang. Bonus Rp 12,5 juta diberikan untuk hasil seri di kandang lawan. Khusus untuk pertandingan di Pasuruan, hasil seri dihargai sebagai kemenangan.

Mendapat poin satu pada pertandingan pembuka, sekaligus itu merupakan awal kiprahnya menangani Persijap, Rudy William Keltjes senang. ''Babak pertama, permainan anak-anak kurang berkembang. Namun, dengan kelebihan stamina, pada babak kedua mereka berhasil menekan lawan. Saya senang dan berharap mendapatkan hasil yang lebih bagus pada pertandingan berikut,'' kata mantan pelatih klub Divisi Utama, Deltras Sidoarjo ini.

Tadi malam, Hery Setiawan dkk langsung ke Jepara. Senin sore ini, mereka dijadwalkan sudah kembali berlatih untuk menjamu Persikad Depok, Minggu (18/11) mendatang.

Dalam pertandingan Sabtu lalu, tuan rumah unggul dulu pada menit ke-35 melalui striker Samsudin, yang berhasil memperdaya kiper Hadi Suryanto. Giliran pada menit ke-39 gelandang Arilson de Oliveira menaklukkan penjaga gawang Persekabpas, Edi.

Penonton Mengamuk

Tim Laskar Kalinyamat kehilangan Didit Thomas yang terpaksa digotong ke luar lapangan ketika pertandinan masih tersisa sepuluh menit. Bahunya cedera saat terjatuh dengan keras, diganjal pemain lawan. Pelatih tidak bisa mengganti Didit dengan pemain lain, karena jatah pergantian tiga orang sudah terpakai.

Pertandingan pembuka putaran kedua Kompetisi PSSI Wilayah Barat ini berakhir dengan amuk penonton. Kejadian itu diawali dari sikap manajer tuan rumah. Tidak puas atas hasil yang dicapai timnya, wasit Slamet Riyadi asal Sleman dipukul kepalanya. Adegan itu seolah sebagai aba-aba, sehingga penonton di tribune pun ikut masuk ke lapangan mengeroyok wasit.

''Kejadian seperti itu patut disesalkan. Sebagai manajer tim, apalagi memegang jabatan penting di pemerintahan, seharusnya memberi contoh yang baik kepada penonton,'' ucap Manajer Tim Persijap H Setiyono SE MM dan Sekretaris Tim Dharmadi SH saat dihubungi di Pasuruan Sabtu malam. Kekecewaan juga dilontarkan pelatih Persijap Rudy William Keltjes.

''Apa setiap kekalahan harus diluapkan dengan kemarahan seperti ini. Sangat memalukan, seorang bupati kok begitu,'' tutur Keltjes. (kar,mds-22)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA