logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 12 Juli 2004 NASIONAL
Line

''Masjid Agung" Diarak di Bengkulu

  • Hari Ini Presiden Buka STQ XVII

BENGKULU- Ribuan anggota masyarakat Kota Bengkulu kemarin sore tumplek bleg di pinggir-pinggir jalan protokol. Mereka menyaksikan arak-arakan pawai taaruf dalam rangka Seleksi Tilawatil Quran (STQ) Nasional XVII. Kegiatan tersebut rencananya malam ini dibuka Presiden Megawati Soekarnoputri di arena utama, Lapangan Air Sebakul, Bengkulu.

Pawai taaruf dibuka Menag Prof Dr H Said Agil Husin Al-Munawar MA ditandai pemukulan genderang bertalu-talu. Gubernur Bengkulu H Hasan Zen SH MM juga turut menabuh genderang. Sementara itu para gubernur seluruh Indonesia menyaksikan dari panggung kehormatan.

Pawai taaruf dilepas di lapangan Tugu. Tepat di halaman rumah dinas gubernur. Tiap provinsi tampaknya berusaha menonjolkan kekhasan daerah masing-masing. Kafilah DKI Jakarta misalnya, mengusung Tugu Monas. Bali dengan rumah adat dan musik khas. Adapun Jateng menampilkan replika Masjid Agung Jawa Tengah.

Miniatur masjid berukuran 4 x 6 meter tersebut didesain khusus dari Semarang. Bangunan terbuat dari tripleks tebal itu dipasang khusus di atas truk Kodam IV/Diponegoro yang tiga hari sebelumnya sudah sampai di Bumi Rafflesia itu. Di halaman plasa masjid, duduk Mas dan Mbak Jateng yang memakai pakaian pengantin adat Jawa. Di belakangnya diarak grup tarian Kubro Siswo dan Ndolalak dari Purworejo.

Ketika melintas di depan panggung kehormatan, Menag tampak memberikan sambutan khusus. Sambil berdiri, dia menyalamai Gubernur Jateng dan istrinya, Ny Hj Effi Mardiyanto, yang duduk di sebelahnya. Tepuk tangan menggema di sekitar panggung. Sepanjang jalan yang dilewati masyarakat melambai-lambaikan tangan.

Jaga Mental

Gubernur Jateng H Mardiyanto didampingi Asisten II Ir Hartati MSi, Kepala Dinas Kimtaru Ir Sudanti, dan Kepala BIKK Drs H Anwar Cholil mengunjungi pemondokan para kafilah Jateng.

Selama di Bengkulu, mereka menginap di rumah dinas wakil gubernur. Rumah bergaya Belanda itu didesain sedemikian rupa sehingga mampu menampung 120 orang lebih. Gubernur berpesan agar mereka menjaga kesehatan, mental, dan siap bertanding.

Sementara itu, Kakanwil Depag Drs HM Chabib Thoha MA pada upacara taaruf mengatakan, selama ini Jateng cukup bangga karena telah banyak melahirkan qari dan qariah dan para pelatih seni baca Alquran. Mereka yang asli Jateng itu kini tersebar di seluruh Indonesia. "Seandainya kami pulang tanpa membawa piala, kami masih mendapat pahala. Sebab, yang dilombakan dalam STQ adalah bacaan Alquran," ujarnya. Pernyataan itu, menurut penuturan Chabib, sebagai sindiran kepada beberapa kafilah dari provinsi lain yang selama ini melakukan praktik "pembajakan" qari dan qariah ataupun pelatih. Pada saat taaruf, kebetulan Jateng tampil bersama kontingen DKI Jakarta dan Maluku.

Sementara itu, dalam upacara di halaman kantor Gubernur Bengkulu semalam, Menag Said Agil Al-Munawar menampilkan kebolehannya melantunkan beberapa ayat suci Alquran. Menteri yang hafal Alquran itu mendapat sambutan tepuk tangan seusai membaca ayat suci.(B13-78j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA