| Senin, 12 Juli 2004 | NASIONAL |
Toko di Pusat Kota Wonosobo TutupWONOSOBO- Pertokoan di kompleks Pasar Raya Rita dan toko-toko di pusat Kota Wonosobo, sejak Minggu siang kemarin tutup mendadak. Padahal, pagi harinya pertokoan di kawasan pusat perbelanjaan itu buka seperti biasa. Penutupan toko secara mendadak itu diduga setelah berembus isu berkaitan dengan permintaan pedagang korban kebakaran pasar agar Pasar Raya Rita bersedia menutup kegiatan untuk sementara waktu. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, sejumlah anggota UPS, Satreskrim dan aparat keamanan lainnya berjaga-jaga di kawasan pusat perbelanjaan tersebut. Bahkan Jalan A Yani di kawasan itu ditutup untuk kendaraan bermotor. Arus kendaraan dialihkan lewat jalur lainnya. Puluhan pemilik toko di kompleks pasar raya yang merasa waswas, secara bertahap Sabtu malam hingga kemarin memindahkan barang dagangannya dan dibawa ke rumah masing-masing. Pada umumnya, mereka enggan mengomentari upaya pemindahan barang dagangan miliknya dari toko di kawasan tersebut. Beberapa saat sebelum penutupan toko di pusat kota, puluhan pedagang korban kebakaran pasar berbondong-bondong menuju ke pendapa kabupaten. Mereka berniat menemui Bupati Wonosobo. Namun mereka tidak berhasil menemui orang nomor satu di Wonosobo karena Bupati Trimawan tidak berada di tempat. Para pedagang korban kebakaran pasar, pada kesempatan itu menyampaikan aspirasi agar Pasar Raya Rita ditutup selama pembangunan pasar penampungan. Anggota DPR RI Siswadi (FPDI-P) yang saat itu berada di Wonosobo dan menerima kedatangan pedagang korban kebakaran menjanjikan, aspirasi mereka akan disampaikan ke pihak-pihak terkait. Sebagaimana diberitakan, pasar penampungan alun-alun yang diresmikan penggunaannya pada 30 April 2004, Jumat (9/7) malam lalu terbakar. Para pedagang menempati lokasi pasar penampungan di alun-alun menyusul terbakarnya pasar induk Wonosobo pada 11 Maret lalu. Akibat kebakaran pasar berlantai tiga yang megah itu, kerugian yang dialami Rp 100 miliar lebih..(P55-58j) |