| Senin, 12 Juli 2004 | NASIONAL |
Empat Penambang Tewas di Galian
BANJARNEGARA- Empat penambang dari Desa Kiarasari, Kecamatan Sokajaya, Kabupaten Bogor, Sabtu (10/7) siang ditemukan tewas di sumur galian tambang di Dusun Kalidondong, Desa Pekandangan, Kecamatan Banjarmanangu. Saat dievakuasi, jenazah keempat penambang itu sudah membiru. Jenazah Ako Sukarno (35), Sahri (35), Ruspandi (25), dan Ading Supandi (28) hingga Minggu kemarin masih terbaring di kamar mayat RSUD. Para korban yang tewas akibat menghirup gas karbon dioksida (CO2) belum diambil keluarganya. Keterangan yang dihimpun kemarin menyebutkan, pada Sabtu (10/7) pukul 06.00, salah seorang penambang Ako Sukarno masuk lubang berkedalaman 11 meter. Saat korban masuk lubang itu, penambang lain masih tertidur di bedeng tak jauh dari sumur galian. Ketika para penambang yang lain terbangun, mereka mendapati Ako Sukarno tak di tempat. Mereka memperkiran Ako terperangkap di dalam sumur itu. Korban saat itu lupa menghidupkan blower (mesin penghisap udara-Red) saat memasuki lubang itu. Masuk Lubang Mengetahui Ako Sukarno terperangkap di sumur, Sahri, rekannya, berusaha masuk ke lubang itu untuk menolong korban. Namun ditunggu hampir setengah jam, lelaki itu juga tak kunjung naik. Melihat dua rekannya tak naik, Ruspandi berusaha masuk lubang itu. Lelaki tersebut juga mengalami nasib yang sama seperti kedua rekannya terdahulu. Lalu Ading Supandi berusaha menolong, dan lelaki itu pun mengalami nasib serupa seperti tiga rekannya terdahulu. Mengetahui keempat rekannya terperangkap di lubang, penanggung jawab rombongan, Rahmat (40), segera melaporkan kejadian itu ke kepala desa setempat. Perangkat desa lalu meneruskan laporan kejadian itu ke Muspika setempat. "Penambang yang beroperasi di desa itu 11 orang dan yang tewas empat orang. Semua dari Desa Kiarasari, Kecamatan Sokajaya, Kabupaten Bogor," ujar Camat Banjarmangu, Sutrisno, kemarin. Para penambang itu tak membawa surat izin. Mereka hanya berbekal surat keterangan Kepala Desa Pekiringan, Kecamatan Karang Moncol, Kabupaten Purbalinga, yang menyatakan mereka adalah warga RT 1 RW 2 desa tersebut. Sementara Usep (27), penambang yang lain menuturkan, pagi pukul 06.00 menyaksikan empat rekannya satu per satu masuk lubang berbentuk kotak seluas 80 x 80 cm. Dia tak ikut masuk lubang karena menjaga blower Setengah jam kemudian, mesin penghisap udara di dalam lubang itu mendadak mati. Usep berusaha mengidupkan kembali mesin itu tapi tak berhasil. Karena tak berhasil, dia turun menolong empat rekannya yang masih berada di lubang. Namun baru turun beberapa meter ke dalam lubang, dia terpaksa naik lagi. Empat jenasah korban, baru bisa dievakuasi ke atas sekitar pukul 16.00 setelah datang Tim SAR Polres. (A9-58j) |