| Senin, 12 Juli 2004 | NASIONAL |
Ratusan Warga Irak Demo Dukung SaddamBAQUBA - Ratusan warga Irak, Minggu kemarin, melakukan demo mendukung presiden terguling negeri itu, Saddam Hussein, di Kota Baquba, timur laut Bagdad, kata saksi mata. Pria bersenjata dengan menggunakan penutup muka memimpin para pengunjuk rasa yang berbaris di jalan kota Sunni-Syiah itu sambil berteriak menentang PM Irak Iyad Allawi. Mereka meneriakan: ''Kami mengorbankan jiwa dan darah kami demi Anda, Saddam'' dan ''Tidak untuk Allawi''. Para pengunjuk rasa mengacung-acungkan foto Saddam dan mengecam langkah pemerintahan sementara Allawi, yang mengadili Saddam karena kejahatannya terhadap rakyat Irak. ''Saddam akan tetap menjadi simbol rakyat Irak dan negara Arab,'' bunyi satu spanduk. ''Kami mengutuk pengadilan atas Presiden Saddam,'' bunyi spanduk yang lain. Saddam, yang ditahan pasukan AS pada Desember tahun lalu, disidang di Irak 1 Juli pada awal pengadilan hukum yang dapat mengarah kepada tuduhan resmi - kejahatan perang, kejahatan atas kemanusiaan, dan pembantaian. Orang-orang anti-Saddam berkumpul di lapangan pusat Kota Bagdad, kemarin. Mereka membakar orang-orangan Saddam dan menyerukan agar diktator itu dihukum mati. Mereka menggelar spanduk yang bertuliskan: ''Membela Saddam sama saja membela kebrutalan dan kejahatan.'' Konvoi Dibom Dari Bagdad dilaporkan, seorang tentara dari gugus tugas AS tewas dan seorang lainnya terluka di utara Irak, kemarin, akibat serangan bom terhadap konvoi militer, kata pihak militer AS. Ia menambahkan, warga sipil Irak juga tewas dalam peristiwa itu. Militer AS dalam pernyataannya mengatakan, konvoi mereka mendapat serangan dari sebuah kendaraan yang melesat dengan kecepatan tinggi. Pasukan AS membalas serangan itu dan menewaskan sopir kendaraan penyerang. Dikatakan, insiden itu terjadi antara Bagdad dan bagian utara kota Mosul. ''Ketika tentara yang luka dirawat menyusul ledakan, sebuah kendaraan mendekat dengan kecepatan tinggi dan melepaskan tembakan ke arah konvoi. Tentara membalasnya dengan tembakan dan menewaskan sopirnya,'' kata pernyataan itu. Pernyataan itu tidak memberikan kebangsaan tentara yang mati itu, namun Gugus Tugas Olympia adalah orang Amerika. Sementara itu militer AS kemarin menyatakan, empat marinir AS yang tewas di Irak barat Sabtu lalu, meninggal akibat kecelakaan bukan pertempuran. Satu pernyataan menyebutkan, empat anggota Pasukan Ekspedisi Pertama tewas di Provinsi Anbar, yang meliputi kota muslim Sunni, Fallujah dan Ramadi, saat ''melakukan operasi keamanan dan stabilisasi''. Juru bicara marinir kemudian menjelaskan, kematian itu terjadi karena kecelakaan kendaraan dan dianggap non-pertempuran. Lebih dari 650 personel militer AS tewas dalam tugas sejak dimulainya perang di Irak tahun lalu. Marinir AS, Sabtu lalu, menyatakan mereka terlibat baku tembak dengan paling tidak tujuh militan berpakaian hitam, yang melepaskan tembakan ke arah mereka dari sebuah taksi di Ramadi. Mereka menyatakan telah menewaskan dua penyerangnya dan tidak mengalami korban jiwa di pihaknya. Penduduk di kota muslim Suni itu menuduh marinir AS melepaskan tembakan tanpa sebab. Dua warga Irak tewas dan enam lainnya terluka, termasuk dua anak-anak, kata staf rumah sakit.(rtr-niek-ant-46) |