logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 12 Juli 2004 NASIONAL
Line

Setiap Bulan ke Indonesia


SM/Achiar MP

SEPERTI sejumlah indonesianis lain, Dr Max Lane juga fasih berbahasa Indonesia. Tak cuma kata-kata yang umum, sejumlah idiom yang khas Indonesia pun dia memahami dan bisa menuturkannya dengan baik.

Kok bisa? Tak perlu heran karena peneliti dari Murdoch University Australia ini telah mengenal Indonesia dan bisa menuturkan bahasa kita dengan baik sejak 1969.

''Salah satu masalah besar yang dihadapi Indonesia adalah minimnya akses masyarakat pada buku bacaan,'' katanya saat bertemu Suara Merdeka dalam 2nd International Conference on Indonesia di Undip, beberapa hari lalu.

Hal itu membuat pendidikan Indonesia mengalami ketertinggalan yang cukup jauh, dibandingkan sejumlah negara Asia Tenggara lain. Kebutuhan akan buku bacaan, dalam pandangan Max, merupakan keniscayaan jika negara ini hendak maju. Karena itu, pemerintah mesti menempuh jalan untuk membuka akses itu.

''Butuh sebuah ledakan,'' ujarnya, ''tidak bisa tidak, pemerintah harus melakukan tugasnya menerbitkan buku-buku yang dibutuhkan masyarakat.''

Tentu saja diperlukan dana besar untuk itu. Untuk kepentingan anak sekolah saja, ungkap Max, perlu diterbitkan enam miliar sampai tujuh miliar judul buku. ''Dan, tugas itu tidak bisa diserahkan begitu saja kepada pihak partikelir.''

Ya, Max memang menyimpan perhatian besar pada Indonesia. Keterikatan emosional dengan Indonesia pula yang membuatnya rajin pulang balik Indonesia-Australia. Sekali sebulan paling tidak, dia mengupayakan untuk bertandang ke Indonesia.

Karena itu, Max tak hanya fasih bicara soal buku dan pendidikan di Indonesia. Lidah Aussie-nya pun akrab dengan beraneka macam khazanah kuliner Indonesia termasuk sambal.

''Saya suka makanan Indonesia. Makan nasi rajalele yang hangat dengan sambal terasi pun cukup,'' tutur dia.

Maklum saja, istri Max adalah perempuan Indonesia tulen dari Purwokerto. Mereka berdua saat ini tinggal di Benua Kanguru itu. Akan tetapi di dasar hati, Max ingin tinggal di Indonesia suatu hari nanti.(Achiar M Permana-58j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA