logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 12 Juli 2004 NASIONAL
Line

Dipertandingkan dalam PON 2008

Ubah Kesan Dansa Tak Sekadar Pulang Malam


BANYAK VARIASI: Sekelompok penari dansa saat tampil di Jakarta beberapa waktu lalu. Jenis tarian ini memiliki banyak variasi dengan tingkatan yang berbeda-beda.(79) - SM/Reuter

METRO Dance Club (MDC) bekerja sama dengan Ikatan Olahraga Dansa Indonesia (IODI) gencar mencari bibit baru pedansa yang kelak dapat membawa harum nama bangsa di kancah internasional melalui olahraga dansa di olimpiade.

Program yang akan dilakukan untuk mencapai cita-cita itu dengan memasyaratkan olahraga dansa di kalangan masyarakat. Mereka merencanakan memasukkan dansa ke dalam salah satu cabang olahraga dengan berbagai kegiatan dan lomba intern, lokal, dan nasional.

Semakin banyak lomba yang digelar akan menghasilkan bibit baru berbakat yang lebih banyak dan untuk memudahkan memantau perkembangan prestasi bibit-bibit yang ada.

Menurut penuturan Yoga Pangemanan, penasihat MDC, saat ini anggota yang aktif lebih banyak didominasi usia 40 tahun ke atas. Dengan demikian, mengharapkan mereka berprestasi pada tingkat internasional tentu tidak mungkin.

Program pengenalan dan pembinaan dansa sejak usia dini akan lebih ditingkatkan lagi. Menurut rencana, dansa sudah dipertandingkan di PON XVII tahun 2008 mendatang setelah PON di Tenggarong Kalimantan Timur.

Untuk itu, mereka sudah mempersiapkan diri dengan mencari dan melatih pedansa muda yang berbakat untuk mewakili Jateng.

Melalui berbagai kejuaraan inilah diharapkan lahir bibit-bibit baru berbakat yang dapat mewakili Indonesia di olimpiade. Tentu saja untuk mewujudkan semua ini butuh dukungan dari pemerintah lewat kebijakannya. "Pemerintah melalui KONI sudah memberikan dukungan dan lampu hijau bagi gagasan kita,'' ujar Ketua Harian MDC Ir Soetrisno Yuwono.

Kesan Negatif

MDC berawal dari berkumpulnya para pencinta dansa yang membahas sulitnya mencari tempat latihan untuk menyalurkan hobi mereka. Kemudian, mereka sepakat untuk membentuk MDC pada 8 Juli 1997 dengan jumlah anggota 140 orang. Saat ini jumlah anggota 150 orang.

Menurut pendapat Soetrisno, dansa bukanlah hura-hura atau sekadar pulang larut malam. Dansa membutuhkan stamina serta koordinasi otak dengan seluruh anggota badan dalam melakukan gerakannya. Tidak hanya seni tapi unsur olahraga juga ada di dalamnya.

Seperti yang dikatakan oleh Bambang selaku pengurus IODI Jateng Bidang Pelatihan dan Teknik, dansa sebagai salah satu olahraga telah memenuhi syarat kekuatan, kecepatan, dan teknik. Tentu saja unsur seni lebih mendominasinya. Dansa terdiri atas dua jenis, yaitu line dance dan couple dance. Line dance umumnya dilakukan secara tunggal atau sendirian, sedangkan couple berpasangan.

Tren saat ini lebih didominasi oleh line dance karena tingkat kesulitan untuk mencari pasangan dansa dalam couple dance.

Couple dance terdiri atas dua kelompok dansa, yaitu latin dan ballroom. Latin berasal dari tarian rakyat yang distandarkan. Sebagai bentuk pelampiasan kegembiraan rakyat, gerakannya pun dinamis dan ekspresif. Ballroom berasal dari kalangan aristokrat atau bangsawan sehingga gerakannya lebih lembut dan kalem.

Baju yang dikenakan juga bergaya bangsawan, anggun dengan nuansa mewah. Line dance juga mengangkat budaya lokal dengan menggunakan lagu dangdut dan cindai (Melayu) sebagai lagu pengiring dansa.

Dalam peringatan ulang tahun ketujuh MDC di Ambassador Ballroom Semarang Plasa, Jumat (9/7), dilakukan serah terima jabatan dari ketua lama Yoga Pangemanan -yang selanjutnya menjadi penasihat- kepada ketua baru Ibu Hidayat.

Acara juga dimeriahkan oleh juara nasional dansa latin, Trisnawati dan Yana dari Bandung, serta pasangan Melissa dan Denny dari Jakarta sebagai juara nasional ballroom.(Hernandhono-33j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA