logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 12 Juli 2004 NASIONAL
Line

17 Tewas Dihantam Tronton

  • Saat Hadiri Resepsi Pernikahan

SINGKIRKAN RODA: Beberapa warga menyingkirkan roda truk tronton dari lokasi kejadian, Dusun Dedor RT 02/IV, Desa Jambu, Ambarawa, Kabupaten Semarang. Truk Z 9007 HK bermuatan 500 sak semen itu kemarin ngglondor dan menabrak rumah H Tamri yang sedang hajatan manten. Korban tewas 17 orang.(79)

AMBARAWA- Suasana suka cita resepsi pernikahan mendadak menjadi duka dengan tangis dan linangan air mata. Tujuh belas tamu undangan tewas dan 13 lainnya luka-luka akibat terlindas truk ngglondor saat sedang mengikuti acara resepsi pernikahan di rumah H Tamri di RT 2 RW 4, Dusun Dedor, Desa Jambu, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang, Minggu sekitar pukul 13.30.

Kecelakaan itu karena truk tronton Z-9007-HK yang mogok di tanjakan pinggir jalan, sekitar 50 meter dari rumah yang sedang menyelenggarakan resepsi. Menurut keterangan saksi Jarkoni, sebelum ngglondor, truk tersebut sudah berada di lokasi lebih kurang satu jam sebelum kejadian akibat kopelnya patah. Dalam posisi berhenti di tanjakan itu baik sopir bernama Wawan (35) maupun kernetnya Heri (22) hanya mengganjalnya dengan sebuah balok kayu pada roda bagian belakang sebelah kiri.

Jarkoni mengaku sudah berkali-kali mengingatkan mereka untuk menambah ganjal roda truknya, mengingat sekitar 50 meter di bawahnya tengah berlangsung resepsi pernikahan. Namun Wawan tidak menggubrisnya. Sopir yang beralamat di Dusun Karangnunggal, Kelurahan Parung, Tasikmalaya itu justru berusaha memperbaiki kopel truknya yang patah. Pada saat itulah, tiba-tiba balok penahan roda tak kuat lagi menahan beban berat truk. Dengan cepat, truk bermuatan 500 sak semen itu ngglondor ke belakang.

''Waktu itu saya telah berteriak-teriak, 'Masya Allah, Allahu Akbar, minggir-minggir.' Saya pikir sopirnya ada di belakang kemudi tapi ternyata tidak. Dia malah memperbaiki kopelnya,'' tutur Jarkoni.

Sebenarnya, acara resepsi pernikahan antara putri kedua H Tamri, Panestuti (24), dan Munirul Anam (26) asal Ngawi, Jawa Timur itu baru saja dimulai. Tamu yang hadir belum terlampau banyak, baru puluhan orang. Namun mengingat kejadiannya berlangsung cepat dan jarak antara truk dan tempat kejadian yang dekat, para tamu undangan tidak mampu menghindar.

Mereka yang berada di bagian depan tenda langsung terhantam dan tergilas truk tersebut. Gemuruh suara tabrakan ditimpa jerit tangis dan teriakan para korban terdengar keras. Laju truk baru terhenti setelah menghantam sebuah tiang listrik dari beton di sisi utara rumah Tamri. Tiang listrik tersebut ambruk dan menyebabkan trafonya meledak.

''Melihat kejadian itu, sopir truk berguling-guling, mungkin gela. Beberapa saat kemudian, sekelompok warga langsung menghampiri Wawan dan menghajarnya beramai-ramai hingga mengalami luka-luka di sekujur tubuhnya. Akan tetapi dia dapat diselamatkan,'' ujar Jarkoni.

Serta-merta, warga yang tinggal di sekitar lokasi kejadian dan para tamu undangan yang selamat langsung memberikan pertolongan. Namun, upaya tersebut tidak begitu saja dapat dilakukan, sebab mereka takut terkena sengatan listrik dari kabel listrik yang putus.

Eko (20), kemenakan Tamri mengatakan, pada saat itu dia berada di antara kerumunan rombongan tamu yang baru datang namun tidak pada lokasi yang berbahaya. Menurut penuturannya, suasana setelah truk menghantam lokasi resepsi pernikahan sangat mencekam. ''Saya tidak dapat menahan perasaan ketika korban yang terlindas truk terlihat mengerikan,'' kata dia.

Setelah kejadian, sejumlah korban yang tewas di tempat dan luka-luka segera dilarikan ke dua rumah sakit terdekat, yaitu RSU Ambarawa dan RS Bina Kasih. Di kedua RS tersebut terlihat sejumlah aparat kepolisian, keluarga korban, dan pegawai RS yang sedang mendata korban.

Aparat dari Satlantas Salatiga yang dipimpin Iptu Darno yang kebetulan sedang berpatroli di Pringsurat segera mengamankan lokasi kejadian. Kapolres Semarang melalui Kasatlantas Polres Semarang AKP Kusnoto menyatakan masih melakukan penyidikan atas terjadinya kecelakaan tersebut. Untuk sementara, pihaknya mengamankan sopir truk tronton ke suatu tempat untuk menghindari kemarahan warga.

Kecelakaan tragis di tanjakan Kethekan tersebut memacetkan arus lalu lintas di sepanjang jalan raya Ambarawa-Magelang hingga pukul 17.00.

Gubernur Jawa Tengah melalui Kepala BIKK Drs H Anwar Kholil mengucapkan bela sungkawa sedalam-dalamnya atas peristiwa tragis tersebut. Selanjutnya dia meminta kepada seganap keluarga korban untuk senantiasa tabah dan tawakal. Ungkapan senada juga disampaikan para kafilah STQ dari Jawa Tengah yang tengah berada di Bengkulu. Ketua LPTQ Jateng Drs KH Achmad Darodji menyerukan umat Islam untuk melakukan shalat ghaib.(H2, roe-33j)

Korban yang Tewas

1. Sri Nurhayati (40) Desa Jambu, Kecamatan Jambu, Ambarawa

2. Trisnah (45) Desa Jambu, Kecamatan Jambu, Ambarawa

3. Desi Wulandari (21) Desa Dedor, Kecamatan Jambu, Ambarawa

4. Mukinah (60), Desa Kunir, Kecamatan Jambu, Ambarawa

5. Hartati (55) Desa Dedor, Kecamatan Jambu, Ambarawa

6. Triyatmi (45) Desa Jambu, Kecamatan Jambu, Ambarawa

7. Surani (27) Desa Dedor, Kecamatan Jambu, Ambarawa

8. Risby (4), anak Susiani

9. Manah (60) Desa Dedor, Kecamatan Jambu, Ambarawa

10. Timah (45) Desa Jambu, Kecamatan Jambu, Ambarawa

11. Sutrimah (50) Desa Jambu, Kecamatan Jambu, Ambarawa

12. Dwi Rohman (30) Desa Jambu, Kecamatan Jambu, Ambarawa

13. Riyan (10) Desa Jambu, Kecamatan Jambu, Ambarawa

14. Tia (5) Desa Jambu, Kecamatan Jambu, Ambarawa

15. Ladiyah (45) Desa Jambu, Kecamatan Jambu, Ambarawa

16. Aryo Widiyanto (4), Kecamatan Jambu

17. Supini (50), Kecamatan Jambu


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA