logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 12 Juli 2004 MURIA
Line

Menabrak Bus, Tewas

JEPARA - Nasib nahas menimpa Kemat (35), warga RT 3 RW 3, Desa Dudakawu, Kecamatan Kembang, Jepara. Ia tewas seketika saat kendaraan Honda Supra X berpelat nomor K-3407-ML yang dikendarainya menabrak bus Indah K-1573-ML jurusan Jepara-Pati yang dikemudikan Abdul Majid, warga Tayu, Pati.

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu pukul 07.30 kemarin di Jalan Raya Jepara Bangsri, tepatnya di Desa Mulyoharjo, Kecamatan Jepara, Kabupaten Jepara.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lokasi kejadian, bus dengan 6 penumpang ditambah sopir dan dua kondektur itu melaju tidak terlalu kencang dari arah Kota Jepara. Tepat di jembatan tikungan Desa Mulyoharjo, dari arah yang berlawanan muncul sepeda motor yang dikendarai korban dengan kecepatan tinggi. Kendaraan itu oleng karena di rem mendadak. Sopir bus yang tak sempat membanting setir ke kiri karena badan jalan sudah habis dan di pinggir jalan terdapat tumpukan kayu potong, akhirnya hanya bisa mengerem bus. Namun usaha sopir bus umum tersebut sia-sia karena sepeda motor korban keburu menabrak bagian depan bus. Akibatnya, kendaraan dan korban masuk ke bawah bus dan terseret sekitar tujuh meter. Seketika itu juga korban tewas di tempat kejadian.

Terjepit

Menurut keterangan Bambang (41), warga sekitar kejadian, saat kejadian ia kaget ada suara tabrakan di depan rumahnya. Ia buru-buru keluar ingin menyelamatkan korban. Namun ia kesulitan karena tubuh korban terjepit as roda bus bagian depan. Khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan Bambang segera mengamankan sopir bus di rumahnya.

Petugas Satlantas yang segera datang bersama beberapa warga sekitar mengambil tubuh korban dengan cara terlebih dahulu mendongkrak bus sehingga tubuh korban bisa dikeluarkan. Jenazah korban langsung di bawa ke RSUD RA Kartini Tahunan, Jepara.

Saat ditemui di kantor Polres Jepara, pengemudi bus, Abdul Majid, menjelaskan, dia tidak punya pilihan lain kecuali mengerem laju busnya. ''Saya kaget, tiba-tiba dari arah yang berlawanan muncul kendaraan dengan kecepatan tinggi. Bus mau saya banting ke kiri tidak mungkin karena ada tumpukan kayu dan di dalam bus ada 6 penumpang,'' katanya.

Kondektur bus, Sapadi (31) dan Sugiyono (34), tidak tahu proses terjadinya peristiwa tersebut. ''Tiba-tiba bus direm mendadak dan terasa ada sesuatu di bawah bus. Saya berdua keluar dari bus dan seketika saya gemetar dengan apa yang saya lihat,'' kata Sapadi di kantor Polres.

Legino (35), warga desa Bucu RT 8, Kecamatan Kembang yang juga teman sekerja korban di desa Krapyak, Tahunan mengatakan, kendaraan yang dikendarai korban itu baru dibeli seminggu yang lalu.

Saat ditemui di Ruang Jenazah RSUD RA Kartini, Legino menceritakan, korban bekerja sebagai tukang kayu, khusus membuat lemari sudut di desa Krapyak. ''Seminggu ini Kemat memang berkesan ogah-ogahan bekerja, seolah tidak ada semangat untuk hidup, ternyata akhirnya kok begini,'' ungkapnya dengan sedih. (mds-76n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA