| Senin, 12 Juli 2004 | MURIA |
PDAM Khawatir Kekurangan Air Baku
BLORA- Meski saat ini belum ada kesulitan air baku di tiga tempat, yakni Ngampel, waduk Tempuran, dan Kajar, PDAM Blora mulai khawatir bila air baku di tiga tempat tersebut habis. Seperti tahun-tahun sebelumnya, setiap musim kemarau air baku di Tempuran dipastikan habis sedangkan di Ngampel surut drastis. Akibatnya, pendistribusian air pelanggan dapat terganggu. YMT Dirut PDAM Blora Riyanto ketika dimintai konfirmasi mengemukakan, sampai saat ini memang air baku di tiga tempat tersebut masih normal walaupun diperkirakan kenormalan itu tinggal sebulan lagi. ''Ya, saat ini memang masih normal, hanya memang setiap musim kemarau kami selalu dihadapkan dengan minimnya air baku yang tersedia,'' paparnya, kemarin. Dengan kondisi sekarang, lanjut Riyanto, belum mengganggu distribusi air ke pelanggan. Saat ditanya, berapa lama air baku Tempuran dan Ngampel dapat bertahan, Riyanto menjawab, untuk di Tempuran diharapkan masih bisa bertahan dua bulan dan air baku di Ngampel juga diharapkan bisa bertahan satu bulan lagi. Belum Terpecahkan Solusi tentang keminiman air baku untuk PDAM Blora memang hingga saat ini belum terpecahkan. Pada 2003 ada rencana mengambil air baku dari tiga mata air di wilayah Kecamatan Todanan, namun hingga saat ini tidak ada kabarnya lagi. Mungkin hal itu berkaitan dengan tidak adanya dana untuk menggarap air di tiga mata air Todanan itu. Menurut informasi, untuk merealisasi rencana itu dibutuhkan dana yang relatif besar, yakni lebih kurang Rp 17 miliar. Namun, diperkirakan debet air yang akan dihasilkan relatif besar sehingga bisa untuk menyuplai kebutuhan pelanggan PDAM di Kabupaten Blora. Ketika ditanya tentang hasil pembuatan sumur dalam yang mungkin akan bisa membantu kebutuhan air bagi pelanggan, Riyanto mengemukakan, pengeboran sudah dilakukan di dua tempat tetapi ternyata hasilnya kurang memuaskan. ''Sudah pernah mengebor di dua tempat tetapi debit air yang dihasilkan kurang memadai sehingga sampai saat ini belum berhasil.'' Dia mengemukakan, pihak pelaksana menyatakan sanggup mengebor lagi sampai berhasil mendapatkan debit air yang memadai. ''Saat ini pelaksana untuk sementara ke Wonosobo, tetapi nantinya akan kembali mencari sumber air di Blora,'' imbuh Riyanto. (ud-90j) |