logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 12 Juli 2004 SEMARANG
Line

Pro-Kontra Pembangunan Toko di Lahan Subterminal Weleri

WELERI - Berkait dengan rencana pembangunan pertokoan di atas lahan Subterminal Angkutan Pedesaan (Angkudes) Weleri, Kendal masih terjadi pro-kontra di antara pedagang.

Sejumlah pedagang/pemilik toko di Pasar Weleri I mengaku keberatan. Di lain pihak, para pedagang kaki lima (PKL) yang mangkal di sekitar lokasi subterminal sejak belasan tahun merasa terbantu dan menyetujui rencana tersebut.

"Toko dan kios yang ada di beberapa Pasar Weleri, antara lain di Pasar Weleri I, Weleri II, dan Weleri III belum seluruhnya dihuni atau ada aktivitas berdagang. Bahkan, sebagian di antaranya tutup. Lebih baik toko yang masih kosong tersebut bisa ditawarkan untuk pedagang yang membutuhkan. Mengapa harus membangun toko baru? Padahal yang kosong masih banyak," ujar H Muslikhin (53), pemilik toko di kompleks Pasar Weleri I, kemarin.

Namun, lanjut dia, jika sekarang di atas lahan subterminal akan dibangun toko baru, permasalahan tersebut justru tidak teratasi. "Pembangunan kawasan sabuk hijau di atas lahan subterminal adalah untuk keindahan dan mempercantik tata ruang kota. Jadi, untuk mengubah rencana awal, dan akhirnya membangun toko di atas lahan tersebut, sebaiknya Pemkab meminta pendapat masyarakat," tambahnya.

PKL Setuju

Ketua Pengurus Paguyuban PKL Subterminal Weleri, Rochyono (34), berpendapat lain. Menurut dia, pembangunan toko di lahan subterminal disetujui para PKL yang tergabung dalam paguyubannya. Dia yakin, pembangunan toko baru itu sudah sesuai dengan tata ruang kota dan diharapkan bisa mengubah nasib PKL.

"Pembangunan toko sekaligus untuk menertibkan PKL dan menertibkan subterminal. Toko-toko baru itu nanti untuk PKL, jika masih ada sisa ditawarkan ke pedagang di luar paguyuban," jelasnya.

Kepala Dinas Pengelolaan Pasar Kabupaten Kendal Drs Kuncahyadi ketika dimintai tanggapan berkait dengan hal itu mengemukakan, rencana itu sudah melalui Rencana Ulang Tata Ruang Kota (RUTRK).

"Pembangunan toko itu tidak untuk menyaingi Pasar Weleri I. Namun, semata-mata untuk merelokasi PKL yang sejak belasan tahun menggelar dasaran di sana," jelasnya. (G15-84k)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA