| Senin, 12 Juli 2004 | SEMARANG |
80% Jalan di Grobogan Rusak Parah
GROBOGAN - Harapan masyarakat di Kabupaten Grobogan untuk menikmati jalan bebas lubang dan bergelombang, untuk saat ini masih dalam impian. Sebab, diperkirakan 80 % jalan provinsi, kabupaten, dan pedesaan, rusak parah. "Untuk jalan provinsi Godong-Demak, Purwodadi-Undaan, Purwodadi-Wirosari, Purwodadi-Solo, sudah diperbaiki dengan sistem pemeliharaan. Tetapi, untuk Purwodadi-Semarang masih menunggu kepastian DPU Bina Marga Jateng," kata anggota Komisi D (Bidang Pembangunan) DPRD Grobogan Ir HM Nurwibowo, kemarin. Dikatakan, jalan Purwodadi-Semarang sudah dianggarkan melalui loan luar negeri Rp 26 miliar. Namun belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat, karena menunggu proses administrasi proyek. Rencananya sekitar bulan September akan dilelangkan. Nurwibowo dari FKB DPRD itu lebih lanjut mengatakan, meski sudah dilakukan perbaikan dan perawatan jalan, hampir 80% jalan di Kabupaten Grobogan masih rusak. Pasalnya, kondisi tanahnya labil.Bila musim kemarau, mengalami retak, sedangkan di musim penghujan berlumpur. Dia mencontohkan, jalan yang rusak di Kabupaten Grobogan itu di antaranya Tanggungharjo-Brabo, Penawangan-Godong, dan beberapa jalan lainnya. "Dalam perbaikannya juga perlu memperhatikan spesifikasi tanahnya, sehingga perlakuan antara satu daerah dan daerah lain berbeda. Bukannya disamaratakan," pinta dia. Hal senada diungkapkan Bupati Grobogan H Agus Supriyanto SE. Menurut dia, dari sekitar 770 kilometer jalan yang menghubungkan antarkecamatan, 60% di antaranya rusak. Meski demikian, perbaikan jalan tersebut dilakukan secara bertahap sesuai dengan kemampuan daerah dan berdasarkan skala prioritas. Kepala Dinas PU Bina Marga Jateng Ir Danang Atmodjo MT menambahkan, saat ini pihaknya tengah mempersiapkan administrasi lelang pembangunan jalan Purwodadi-Semarang. Diupayakan, September lelang terbuka itu dapat dilaksanakan. Soal jenis konstruksinya, dia mengaku belum dapat menentukan. Sebab, dana yang dialokasikan tidak cukup bila menggunakan konstruksi beton bertulang seperti yang direncanakan sebelumnya. "Yang pasti, kita sesuaikan dengan anggaran yang tersedia. Bila dengan anggaran itu cukup, maka kita menggunakan konstruksi beton bertulang. Bila tidak, terpaksa memanfaatkan geotekstil," kata Danang. Ditambahkan Kepala DPU Jalan dan Jembatan Pemkab Grobogan Ir Rudi Atmoko, pada tahun ini untuk perbaikan dan perawatan jalan itu dianggarkan dana sebesar Rp 18 miliar. (H3-91) |