| Senin, 12 Juli 2004 | SEMARANG |
Tidak Ada ''Jalur Khusus'' di Unnes
SEMARANG -Meski universitas negeri lain membuka ''jalur khusus'' dengan tarif hingga ratusan juta rupiah, Universitas Negeri Semarang (Unnes) tidak memberlakukan kebijakan itu dalam penerimaan mahasiswa baru. Pembantu Rektor II Bidang Administrasi Umum Unnes Drs Nathan Hindarto PhD menegaskan, universitas jelmaan IKIP itu tidak mengenal jalur khusus dalam penerimaan mahasiswa baru. ''Apalagi dengan biaya masuk sampai ratusan juta,'' katanya, Minggu (11/7). Sebagaimana diberitakan harian ini, kemarin, di Undip biaya ''jalur khusus'' untuk Fakultas Kedokteran mencapai Rp 100 juta dan FISIP Rp 35 juta. Menurut Nathan, yang paling mungkin disebut jalur khusus hanyalah Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru Berdasarkan Prestasi (SPMP) dan kelas paralel. ''Jalur SPMP merupakan penyeleksian calon mahasiswa sesuai dengan prestasi di SMA.'' Model itu, menurutnya, analog dengan Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK) pada masa lalu. Adapun kelas paralel merupakan kelas sore yang diperuntukkan bagi lulusan SMA/SMK dan calon mahasiswa yang sudah bekerja. ''Berdasarkan ketentuan, pembukaan kelas ini pun tidak boleh melebihi kelas reguler yang ada.'' Lebih lanjut dia mengemukakan, biaya kuliah pada kelas paralel tidak jauh beda dari kelas reguler. ''Hanya selisih Rp 500.000 dari mahasiswa reguler.'' ''Pintu'' Lain Selain kedua jalur itu, terdapat enam ''pintu'' lain untuk memasuki Unnes, yakni Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB), penerimaan mahasiswa pindahan, penerimaan mahasiswa melanjutkan studi, program akta mengajar, program penyetaraan, dan program pendidikan dalam jabatan. Setiap semester, kata Nathan, mahasiswa Unnes dibebani SPP Rp 360.000. Di luar itu, mahasiswa harus membayar biaya sarana pendidikan, iuran kemahasiswaan, dana pembukaan rekening BNI 1946, dan sumbangan pengembangan lembaga (SPL). ''Biaya SPL ini dibayar sekali selama kuliah. Besarnya berkisar Rp 1,5 juta sampai Rp 2,6 juta,'' katanya. (amp-89) |