| Senin, 12 Juli 2004 | SEMARANG |
Petinju Ngamuk di KafeSEMARANG- Sekitar delapan orang mengamuk dan menghancurkan barang-barang di Kafe Gamelan Jl KH Ahmad Dahlan, depan RS Telogorejo, Sabtu (10/7) dini hari. Akibat kejadian tersebut beberapa tempat minuman (pitcher), gelas, kursi, dan meja hancur berantakan. Pemilik kafe, Dwi Lestari (24), warga Jl Seroja Timur yang tidak terima atas perlakuan para pelaku melapor ke Polwiltabes. Dia mengaku mengalami kerugian hampir Rp 500.000. Menurut keterangan Dwi dan sejumlah karyawan kafe, salah satu di antara pelaku adalah seorang petinju ternama berinisial F. Dia yang sempat mengenyam sabuk juara nasional dan tercatat pernah bernaung di sebuah sasana tinju terkenal di Semarang. Sebelumnya, F juga pernah beberapa kali berbuat onar di sejumlah tempat hiburan, namun kasusnya tak pernah diteruskan. Menurut keterangan, pagi dinihari sekitar pukul 02.00 itu, pengunjung kafe tinggal dua orang. Karena pengunjung sudah hampir pulang, 6 orang pelayan merapikan meja dan kursi, bersiap-siap menutup kafe tepi jalan tersebut. Bersamaan dengan itu, datang sekitar delapan orang mengendarai sepeda motor. Mereka minta dilayani, tapi karena sudah akan tutup, pelayan menyarankan mereka untuk mencari tempat minum lain. Penolakan tersebut membuat kedelapan orang yang dalam keadaan mabuk itu mengamuk dan menghancurkan seisi kafe. Para pelayan mengaku tak berani melawan karena orang-orang itu hampir semuanya bertubuh kekar. Polisi Dipukuli Dalam kejadian lain, Bripda Yoseph Rendia Citrawa (24) anggota Polres Semarang Selatan, dipukuli empat lelaki tak dikenal di depan rumahnya, Jl Banowati Raya IV, Minggu (11/7) pagi. Tanpa sebab yang jelas, polisi muda itu dianiaya hingga luka-luka. Korban sudah melapor ke Polwiltabes, sementara pelaku hingga kini masih dikejar. Pemicu kejadian itu belum dapat dipastikan. Diduga, penganiayaan tersebut merupakan rentetan dari kejadian sebelumnya, yakni ketika Yoseph berselisih paham dengan salah seorang pelaku. Namun Yoseph tidak bersedia menceritakan ihwal perselisihan itu. Pemukulan terjadi sekitar pukul 07.30. Saat itu, Yoseph masih tertidur. Empat lelaki yang mendatangi rumahnya ditemui istri korban, Dewi (22). Lantaran mengira mereka teman-teman suaminya, Dewi segera beranjak ke dalam ketika diminta orang-orang itu untuk memanggil korban. Begitu keluar dari rumahnya, Yoseph langsung disambut pukulan dan tendangan. Salah seorang di antaranya yang membawa sangkur memukulkan gagang senjata tajam itu hingga melukai pelipis korban. Dalam keadaan masih terkejut, Yoseph berupaya melawan, namun dia tak berdaya karena dikeroyok dan dihujani pukulan bertubi-tubi. Penganiayaan itu membuatnya jatuh tersungkur ke dalam parit. Sebelum pergi, pelaku mencopot paksa cincin emas yang melingkar di jari korban. Beberapa warga yang mendengar keributan melarikan Yoseph ke RS Dr Kariadi. Dia mendapat belasan jahitan di pelipisnya yang sobek. (G3-73) |