logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 12 Juli 2004 KEDU & DIY
Line

Penyebab Keracunan Diduga Kuman Salmonela

KULONPROGO - Korban rawat inap kasus keracunan akibat memakan makanan dan minuman di pesta hajatan di Desa Banjarsari, Samigaluh, Kulonprogo sampai kemarin berkurang dari semula 30 menjadi 17 orang sedangkan korban rawat jalan 93 orang.

Seperti diberitakan kemarin, kejadian tersebut berawal ketika ratusan orang berpesta di kediaman Hardi Sukirman yang sedang mempunyai hajat menikahkan anaknya, Rabu (7/7) lalu. Para tamu disuguh dengan beraneka makanan dan minuman yang diduga mengandung kuman salmonela.

Ternyata sehari setelah menyantap makanan dan minuman di sana, ratusan orang mengalami gejala sakit perut, mual, pusing bahkan ada yang pingsan. Mereka yang agak parah dirawat inap di Puskesmas dan Balai Pengobatan dan Rumah Bersalin Dharma Husada.

''Sampai sore ini (kemarin-Red) sebagian rawat inap sudah boleh pulang dan tinggal 17 yang masih mendapat perawatan sedangkan rawat jalan memang bertambah tapi kita harapkan berkurang,'' ujar Pimpinan Balai Pengobatan dan Rumah Bersalin Dharma Husada, drg Baning Rahayu Jati ketika menjelaskan kasus tersebut, kemarin petang.

Dia mengungkapkan, ada beberapa dugaan berkait dengan keracunan tersebut namun dugaan kuatnya kuman salmonela yang berasal dari air yang dikonsumsi tamu undangan.

Kasubdin Kesehatan Pengembangan Kulonprogo dr Bambang Haryatno MKes mengungkapkan, dugaan sementara racun berasal dari makanan atau minuman. Karena itu pihaknya sudah mengirimkan contoh makanan serta air besar korban ke laboratorium.

Obat Cukup

Drg Baning menambahkan, dugaan penyebab keracunan karena kuman salmonela yang ada di air tersebut cukup kuat bila dilihat dari jumlah korban. Kalau ada di makanan kemungkinan belum tentu sebanyak itu sebab tidak semua orang doyan semua makanan. Bisa jadi ada beberapa orang yang tidak suka dengan jenis makanan tertentu dan tidak memakannya.

''Tapi kalau dilihat dari jumlah korban, dugaan terkuat sementara memang dari air. Namun untuk memastikannya kita masih menunggu hasil tes laboratorium dari Balai POM dan Balai Laboratorium Kesehatan Daerah Dinas Kesehatan Kabupaten Kulonprogo,'' papar Baning.

Dia setiap hari terus memantau perkembangan kasus yang terletak di wilayah cukup pelosok dan berjarak puluhan kilometer dari kediamannya di Yogyakarta. Mengenai persedian obat-obatan tidak mengalami persoalan karena mendapat kiriman dari gudang farmasi serta Pemkab Kulonprogo. Dia membenarkan seluruh biaya pengobatan ditanggung Pemkab setempat.(D19-76)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA