logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 12 Juli 2004 KEDU & DIY
Line

Kabel Listrik Pedesaan Sering Dicuri

TEMANGGUNG- Kasus pencurian kabel jaringan listrik pedesaan di Kabupaten Temanggung, dalam beberapa bulan terakhir meningkat. Diperkirakan lebih dari sepuluh ribu meter yang dipasang sebagai kabel netral di beberapa desa hilang.

Umumnya, kabel yang menjadi sasaran pencurian berada jauh dari pemukiman penduduk. Terakhir, terjadi di Desa Karangtejo, Kecamatan Kedu, menyebabkan tak kurang dari 500 meter untuk jaringan Dusun Delok - Wonosari kabel netralnya terputus.

Sebelumnya juga terjadi pada jaringan yang terpasang menuju Desa Gandurejo, Kecamatan Bulu. Di lokasi itu kabel yang hilang mencapai sekitar 2.000 meter. Kasus serupa juga terjadi di sejumlah desa wilayah Kecamatan Parakan serta Jumo.

Menurut sejumlah warga Karangtejo, hilangnya kabel netral itu tidak menjadikan arus listrik terputus. Tapi diduga telah menjadikan tegangan listrik mengalami perubahan.

'' Paling tidak menurunkan tegangan sehingga berpengaruh terhadap nyala lampu, TV serta barang elektronik lainnya. Akibat menurunnya tegangan berpengaruh terhadap tingkat kerusakan barang elektronik menjadi tinggi. Seperti lampu pijar tak bisa bertahan lama,'' kata mereka.

Hal serupa juga dialami sejumlah warga Desa Gandurejo. Banyak radio tape mereka kerap mengalami kerusakan. Disamping itu penerangan lampu rumah tak bisa menyala secara maksimal.

Kepala Unit Manajer PLN Ranting Parakan yang membawahi beberapa desa itu, Moenadi kepada para wartawan membenarkan adanya pencurian kabel tersebut. Hasil pengecekan PLN Ranting Parakan, kabel netral yang hilang mencapai lebih dari sepuluh ribu meter.

'' Dampak dari hilangnya kabel netral memang mengganggu, paling tidak mengurangi daya tegang listrik. Karena fungsi kabel netral sebagai protektor atau penangkal gangguan,'' katanya.

Rugikan Pelanggan

Menurut Moenadi, akibat pencurian itu selain telah menimbulkan kerugian negara, juga para pelanggan. Sebab jaringan tanpa kabel netral, kapasitas listrik yang semula 25 KV bisa turun tegangannya sampai pada konsumen.

Terhadap hal itu, sejauh ini PLN belum melakukan pemasangan kembali terhadap kabel yang hilang. Alasannya, kata Moenadi, jika dipasang khawatir akan menjadi sasaran pencurian lagi. Sebab tak mungkin PLN yang personelnya terbatas, melakukan pemantauan di semua daerah.

Tentang berapa besar kerugian materi atas kasus itu, Moenadi keberatan memberikan penjelasan. Sebab yang dapat menghitung kerugian maupun jumlah kabel yang hilang adalah bagian teknis. '' Kami tak bisa menjelaskan soal itu,'' katanya.(nt-76)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA