| Senin, 12 Juli 2004 | INTERNASIONAL |
Banjir di India, 40 TewasGUWAHATI - Paling tidak 40 orang yang berdesak-desakan di perahu kayu tewas tenggelam di India timurlaut, setelah musim hujan tahunan dan sungai-sungai meluap menimbulkan banjir. Musibah tersebut menyebabkan jutaan orang kehilangan tempat tinggal, kata sejumlah pejabat, Minggu kemarin. Penduduk desa, termasuk banyak wanita dan anak-anak, berusaha menyelamatkan diri ke tempat yang lebih tinggi di Negara Bagian Assam pada Sabtu malam lalu, ketika perahu mereka tenggelam. Tidak ada korban selamat dalam musibah tersebut, kata seorang polisi. Semua sungai di Negara Bagian Assam yang kaya teh dan minyak itu, termasuk sungai utama Brahmaputra, meluap setelah hujan tak henti-henti dalam sepekan terakhir. "Lebih dari dua juta orang kehilangan tempat tinggal akibat banjir," kata Menteri Kepala Assam, Tarun Gogoi, kepada Reuters. Helikopter militer dan tentara yang mengendarai perahu motor berusaha menyelamatkan ribuan orang yang terdampar di seluruh negara bagian itu, jelasnya. Banjir di Assam yang disebabkan oleh hujan lebat menimbulkan kematian dan kerusakan setiap tahun. Hujan melanda negara bagian itu selama sekitar tujuh bulan mulai April sampai Oktober. Sebuah dam yang bobol di danau Tsatitsu di Negara Bagian Bhutan telah memperparah banjir di Assam, kata petugas pengendali banjir. Air banjir menggenangi jalan raya dan rel kereta api dan menyapu beberapa jembatan di Assam bagian barat, kata SR Islam, petugas pengendali banjir.(rtr-niek-46) |