| Senin, 12 Juli 2004 | EKONOMI |
PT Inka Produksi KancilMADIUN-Untuk mengatasi kondisi perusahaan yang belakangan kian sepi order, PT Inka Madiun yang biasa memproduksi gerbong kereta api mencoba merambah pada pembuatan kendaraan bermotor untuk angkutan umum. Kendaraan angkutan umum yang diberi nama Kancil itu sudah diminati oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk menggantikan bajaj. Pada tahap awal sudah disetujui 250 unit Kancil untuk mengganti 250 unit bajaj. "Banyak pihak yang belum tahu pembuat angkutan mini tersebut adalah kami," kata Roes Diatmoko, Direktur Utama PT Inka, baru-baru ini. Dalam pembuatan Kancil pihaknya bekerja sama dengan swasta. BUMN tersebut mengerjakan pembuatan bodi dan chasis-nya, sedangkan pihak swasta yang memasarkan. Tidak berbeda jauh dari bajaj, angkutan umum baru itu memiliki mesin berkapasitas 400 cc serta mampu menampung empat penumpang dan berfungsi serbaguna. Masalah bahan baku, menurut Roes Diatmoko, tidak menjadi hambatan berarti. Pengalaman membuat gerbong kereta api sangat mendukung sehingga pihaknya tidak menemui kesulitan. Bahkan, beberapa kota lain juga sudah memesan kendaraan angkutan umum tersebut, antara lain Tangerang, Jakarta, dan Manado. "Kancil memang praktis dan lebih ekonomis. Apalagi dengan mesin empat langkah 1 silinder mampu berjalan dengan kecepatan 70- 80 km/jam," tambahnya. Meski giat melakukan diversifikasi usaha, antara lain memproduksi kendaraan angkutan umum, ia menegaskan pekerjaan pokok BUMN itu adalah memproduksi gerbong kereta api. Dia mengakui beberapa waktu terakhir memang ada kemelut terkait dengan produksi dan pesnana gerbong kereta api, tetapi tetap berupaya bisa berjalan. (jo-53) |