logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 12 Juli 2004 EKONOMI
Line

Industri Motor Tak Terpengaruh

JAKARTA-Agenda kegiatan politik tahun ini yang panjang, yakni pemilu legislatif dan presiden, ternyata tidak mengganggu roda bisnis industri motor. Buktinya, tingkat penjualannya justru meningkat cukup signifikan dibandingkan dengan tahun lalu.

"Saya tidak ingin mengomentari hasil pemilu, tetapi kegiatan politik itu hingga saat ini tidak mengganggu bisnis motor nasional. Saya berharap kondisi itu bisa terjaga hingga target tahun ini tercapai," ungkap Yoshiteru Takahashi, Wakil Presiden Direktur PT Yamaha Motor Kencana Indonesia, kemarin.

Dia menyatakan hal tersebut seusai melepas keberangkatan sekitar 500 pengendara motor Yamaha dari Senayan menuju Cibubur dalam "Yamaha Bike Day". Kegiatan itu juga digelar di 19 kota lain sebagai bentuk kepedulian pada keselamatan berlalu lintas sekaligus memperingati 30 tahun Yamaha di Indonesia.

Menurut Yoshiteru, tahun ini Yamaha menargetkan penjualan 870.000 unit motor yang berarti lebih tinggi dari pencapaian tahun lalu sebanyak 570.000 unit.

Dengan kondisi nasional yang cukup baik, lanjut dia, bukan tidak mungkin tingkat penjualannya dapat menembus angka 1 juta unit tahun depan. Sejak 1974 hingga awal 2004 produksi Yamaha telah menembus angka 5 juta unit.

"Kami belum mengeluarkan target penjualan untuk tahun depan karena harus rapat dulu untuk memutuskan hal itu. Tetapi bukan tidak mungkin tingkat penjualan yang lebih baik akan tercapai karena kondisi keamanan terjaga," tuturnya seraya menambahkan penjualan sistem leasing ikut mendongkrak angka penjualan.

Posisi Kedua

Yahama, kata dia, saat ini menempati posisi kedua dalam penguasaan pasar motor di Indonesia dengan pangsa 22%-23%. Pangsa pasar di kota-kota tertentu melebihi rata-rata, misalnya Jakarta 25,5% dan Semarang memimpin dengan 39%.

"Kami lebih menekankan pada aspek kepuasan pelanggan. Bagi kami, konsumen adalah nomor satu. Mereka harus mendapatkan pelayanan yang memuaskan," tuturnya.

Mengenai kampanye keselamatan bermotor yang dilakukan perusahaannya, ia mengatakan itu dilakukan terkait dengan angka kecelakaan di jalan raya yang masih tinggi.

Data Direktorat Lalu Lintas Mabes Polri menyebutkan lima tahun terakhir terjadi 13.000 kecelakaan per tahun yang menimbulkan korban jiwa 10.000 per tahun atau 27 jiwa setiap hari.(wa-53)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA