| Senin, 12 Juli 2004 | EKONOMI |
Internasional Akui Kemampuan PT PALMESKI pelan langkah PT PAL Indonesia pasti. Setelah beberapa waktu lalu menerima pesanan dari Hong Kong dan perbaikan kapal milik Ditjen Bea Cukai, BUMN yang bergerak dalam industri kapal itu menerima lagi pesanan dari Turki dan Italia. Penandatanganan kontrak sudah dilakukan oleh Direktur Utama PT PAL Indonesia Ir Adwin H Suryohadiprojo dan Cube SpA, perusahaan pelayaran Italia beberapa waktu lalu. Perusahaan pelayaran Italia itu memesan dua kapal jenis Dry Cargo Vessel berbobot 18.500 DWT untuk melayari laut mediterania. Sementara itu Geden Lines, perusahaan pelayaran dari Turki memesan dua kapal jenis Double Skin Bulk Carrier berbobot 50.000 DWT. Pesanan perusahaan pelayaran dari Italia dijadwalkan selesai dalam waktu 1-1,5 tahun mendatang, sedangkan pesanan perusahaan pelayaran dari Turki direncanakan memerlukan waktu lebih lama karena diperkirakan selesai tahun 2006. Menurut Adwin, pesanan yang baru kali pertama dari perusahaan dua negara tersebut menunjukkan kemampuan PT PAL Indonesia sudah diakui dalam lingkup internasional. Mengenai bahan baku, ia mengatakan tidak ada masalah karena pasokan dari industri lokal cukup lancar meski di Tanah Air beberapa waktu lalu terjadi kelangkaan baja. "Untuk pendanaan kami mengharapkan ada dukungan dari perbankan. Bukan hanya galangan kapal, industri lain sangat butuh dukungan bank," tegasnya. Ia menambahkan Dry Cargo Vessel berbobot 18.500 DWT adalah kapal curah yang sangat diminati oleh pembeli luar negeri. Produk PT PAL Indonesia memiliki keunggulan kompetitif di pasar global. Lebih Baik Dry Cargo Vessel pertama buatan PT PAL Indonesia diluncurkan 21 Juni 1998 menuju Jerman dan beroperasi menggunakan bendera Liberia melayari rute internasional di perairan Eropa. Wibenson, wakil dari MPC Jerman waktu itu mengungkapkan pihaknya memilih PT PAL Indonesia karena produksinya lebih baik dibandingkan dengan buatan Korea Selatan. Apalagi kualifikasi kapal tersebut sesuai dengan regulasi internasional. Pesanan Double Skin Bulk Carrier berbobot 50.000 DWT dari perusahaan pelayaran Turki merupakan produk terbesar yang ditangani PT PAL Indonesia. Kapal bersistim lambung ganda itu juga merupakan kapal curah. Adwin Suryohadiprojo mengungkapkan keinginannya agar kawasan Nusantara yang dikenal sebagai negara maritim bisa saling berhubungan melalui sarana kapal. Pemerintah Kabupaten Merauke, misalnya, telah memesan kapal untuk mendukung perkembangan wilayahnya, disusul Pemerintah Kabupaten Jepara yang memesan kapal angkutan penumpang yang menghubungkan Jepara-Karimunjawa. Pemerintah Kabupaten Cilegon juga melakukan hal serupa. Peluncuran satu dari tiga kapal tunda yang dipesan sudah dilakukan di dermaga kapal perang PT PAL Indonesia beberapa waktu lalu. Khusus kapal tunda pesanan Pemerintah Kabupaten Cilegon merupakan realisasi dari kontrak yang sudah dilakukan 16 September 2002 lalu. Kini sedang dilakukan penjajakan dengan Pemerintah Provinsi Maluku. (Wiharjono-53) |