| Senin, 12 Juli 2004 | EKONOMI |
Penjualan Elektronik TurunPURWOKERTO-Penjualan barang elektronik antara lain televisi, kulkas, mesin cuci, serta VCD dan DVD player dua bulan terakhir cenderung turun. Keadaan itu bukan karena pengaruh peristiwa politik, yakni pemilu legislatif dan presiden, tetapi karena masyarakat menghadapi musim tahun pelajaran baru sehingga lebih berkonsentrasi pada biaya sekolah. Demikian penuturan pemilik beberapa toko elektronik di Purwokerto, yakni Ican (Toko Irama Mas), Ny Ciloan (Toko Sinar Jaya), dan Yulianus (Toko Pandawa). Walaupun demikian, kata Ican, khusus elektronik jenis permainan, yaitu play station pada masa liburan malah laku keras. Mungkin karena banyak orangtua memberikan hadiah kepada anaknya yang naik kelas atau lulus sekolah. Pemilu yang berlangsung aman, lanjut dia, juga membuat harga elektronik stabil. Namun pada saat nilai tukar rupiah terhadap dolar AS turun harganya naik meski hanya berkisar 3%-8 %. "Barang yang harganya naik sampai 8% sangat sedikit jenisnya," tuturnya. Apalagi, tambahnya, Jalan Jenderal Soedirman tak boleh dilewati oleh peserta kampanye sehingga situasi di jalan yang merupakan pusat pertokoan itu sangat tenang. Ditambah lagi dengan masyarakat yang makin dewasa dalam berpolitik. "Dulu kalau ada kampanye mau buka toko saja kami harus pikir-pikir. Takut ada keributan," tutur Ny Ciloan Menghadapi kelesuan pemasaran, Ican melakukan pameran di tempat usahanya. Ia menampilkan barang-barang elektronik bermerek seharga Rp 10 juta ke atas yang terdiri atas kulkas, televisi plasma, dan LCD. Barang-barang tersebut ditempatkan di ruang khusus terpisah dari yang lain. Merek yang dipamerkan berganti-ganti, antara lain Samsung, LG, dan Sharp. Tujuannya adalah menjaring konsumen kelas menengah ke atas. Mereka yang ingin membeli barang bermerek tak perlu ke kota besar lain karena di Purwokerto sudah ada dan selisih harganya tidak begitu besar. "Tujuan saya hanya memberitahu masyarakat. Mereka yang datang mula-mula hanya melihat, tetapi suatu saat akan membeli. Kami tak berharap langsung laku," tuturnya. (bd-82) |