| Senin, 12 Juli 2004 | BUDAYA |
Once dan Andra Sulut Histeria PenontonHISTERIA Ratusan pengunjung yang memadati Lantai I Java Supermal, Sabtu (10/7) malam bagai tersihir oleh pesona dua personel Dewa, yakni Once dan Andra. Tak cukup di situ, mereka yang sebagian besar perempuan berusia belia (ABG) itu juga menyaksikannya dari Lantai II dan III. Mata mereka seolah-olah tak mau berkedip menatap paras-paras tampan itu. Kilatan lampu kamera yang tiada henti, serta kamera handphone, seakan menjadi penanda, betapa vokalis dan gitaris grup band asal Surabaya itu teramat populer di mata mereka. Mereka hadir dalam pengundian hadiah salah satu produk jasa layanan kartu seluler. Malam itu, Once dan Andra ber-jam session bersama Purel Band dari Semarang. Enam tembang mereka bawakan dengan apik, di antaranya ''Wind of change'' (Scorpion), ''All of my Life'' (Lenny Kravitz), dan ''Heaven'' (DJ Sammy). Vokal Once yang khas dan bening melengking itu berpadu-padan dengan sayatan gitar Andra serta iringan band pengiring tersebut. Aksi panggung Once memang tidak segarang biasanya, karena setting panggung yang tidak memungkinkannya untuk berjingkrak. Cium Pipi Sebagai lagu pamungkas, mereka membawakan ''Separuh Nafas'' yang dicomot dari album Dewa. Sontak, intro yang sangat akrab di telinga itu disambut tepuk tangan meriah dari penonton. Kehisteriaan pengunjung wanita juga terjadi saat Once memberikan cium pipi kepada Restu, penonton pemenang undian sebuah handphone. Histeria penonton masih berlanjut hingga Once dan Andra hendak meninggalkan gedung. Mereka sudah mempersiapkan kamera dan handphone masing-masing untuk dapat mengambil foto dalam posisi yang paling dekat. Begitu Once dan Andra keluar dari ruang khusus menuju ke luar, mereka langsung berlari sambil menundukkan kepala dalam pengawalan yang ketat menuju mobil BMW dengan plat nomor B yang sudah siap menunggu di depan mal. Harus diakui Dewa memang memiliki pesona dan daya tarik luar biasa bagi para penonton, walaupun malam itu yang hadir hanya dua personel dari kelompok musik papan atas tersebut. (Hariyo Hernandhono-81) |