| Senin, 12 Juli 2004 | BANYUMAS |
Diserang Tikus, 19 Ha Sawah PusoBANJARNEGARA - Tanaman padi seluas 19 hektare di Kecamatan Bawang puso akibat diserang hama tikus sejak tiga bulan belakangan. Hama hewan pengerat itu tak cuma menyerang sawah di kecamatan itu, tapi juga di 10 wilayah kecamatan lain. Yaitu, Kecamatan Susukan, Purworejo-Klampok, Mandiraja, Purwonegoro, Banjarmangu, Wanadadi, Punggelan, Rakit, Banjarnegara, dan Kalibening. Di sepuluh Kecamatan tersebut belum ada yang puso karena hanya rusak ringan dan sedang. Kepala Dinas Pertanian Drh Sayidi Arjono didampingi Kasudin Tanaman Pangan Dipertan Ir Dwi Admadji mengungkapkan itu di sela-sela gropyokan tikus di Dusun Blater Desa Bawang Kecamatan Bawang, baru-baru ini. Kegiatan sore itu juga dihadiri Bupati Drs H Jasri ST MM. Menurutnya, tikus mulai menyerang tanaman padi para petani sejak April lalu. Semula di Kecamatan Kalibening dan Wanadadi. Beberapa minggu kemudian meluas sampai Kecamatan Susukan, Klampok, Mandiraja, Purwonegoro, Bawang, Banjarmangu, Punggelan, Banjarnegara, dan Rakit. ''Gropyokan sore ini difokuskan di Desa Pucang Kecamatan Bawang. Sebab, di wilayah kecamatan itu ditemukan sekitar 35 hektare tanaman padi rusak berat dan 19 hektare di antaranya puso,'' tambah Dwi Admadji. Gropyokan dilaksanakan para petani dengan mengumpankan rodentisida (racun tikus), emposan belerang, perbaikan sanitasi, dan pengeringan lahan. Semua itu dilakukan serentak dan berkelanjutan. Sebelum gropyokan, Bupati, Kadinas Pertanian, dan para petani berdoa bersama agar operasi berhasil dan serangan hama itu segera berhenti. Bupati Drs H Jasri ST saat itu terjun langsung di lapangan dan berjalan di antara pematang sawah menyaksikan petani yang melakukan gropyokan. Namun, operasi itu ternyata hanya meendapatkan beberapa ekor tikus. ''Rencana operasi sore itu mungkin bocor sehari sebelumnya, sehingga tikus yang biasa bersembunyi di lubang pematang sawah, pindah untuk sementara di tempat yang lebih aman,'' seloroh wartawan. Prihatin Bupati Jasri mengaku prihatin terhadap serangan hama itu di hampir 11 kecamatan. Karena itu, dia minta Dinas Pertanian dan para petani mencari cara pengendalian paling efektif di antara beberapa cara itu. ''Pemkab siap membantu beberapa keperluan dan meminjamkan perlatan untuk mengefektifkan gerakan itu,'' ujarnya. Sayidi Arjono mengatakan, Dinas Pertanian Kabupaten sudah menyalurkan bantuan sarana pengendalian berupa rodentisida klerat dan belerang, masing-masing 150 kg dan meminjamkan 30 unit kompor tikus. Namun, gerakan yang telah dilakukan masih mengalami hambatan. Kendalanya, ekosistem sawah di kabupaten ini sudah berubah. Antara lain, lahan sawah berubah menjadi kolam ikan dan banyak muncul tanaman perdu di antara pematang sawah yang dijadikan tempat berlindung tikus. (A9-20e) |