| Senin, 12 Juli 2004 | BANYUMAS |
Tekong dan Taoke Sepakat Kerja SamaCILACAP - Protes para tekong (nakhoda kapal ikan) Cilacap kepada Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Cilacap terkait dengan tidak dipakainya tenaga mereka oleh para taoke (pemilik kapal) Rabu (7/7) pekan lalu tampaknya membuahkan hasil. Hal itu terlihat dari hasil pertemuan di kantor HNSI pada Jumat (9/7) lalu untuk membahas permasalahan tersebut. Dalam pertemuan, dicapai kata sepakat mereka akan melakukan kerja sama. Pertemuan yang difasilitasi HNSI itu dihadiri wakil tekong Cilacap, wakil anak buah kapal (ABK) dan enam taoke. Hadir pula wakil pemerintahan (Dinas Perikanan dan Kelautan) dan Polsek Cilacap Selatan yang bertindak sebagai penengah. Pertemuan itu diawali ungkapan keberatan tekong atas tidak dipakainya tenaga mereka oleh taoke. Mereka juga mempertanyakan sikap taoke yang lebih memilih memakai tekong dari pantura (Tegal, Brebes, dan Pemalang). ''Kami tidak kalah terampil dengan tekong dari luar Cilacap. Mengapa tenaga kami tidak dipakai, padahal mereka beroperasi di perairan Cilacap,'' kata Sutarmo, wakil tekong Cilacap. Menganggur Sementara itu, salah seorang wakil nelayan ABK Manggil mengatakan, dampak lain dari tidak dipakainya tekong adalah semakin banyaknya nelayan Cilacap yang menganggur. ''Bila tekongnya orang pantura, ada kencendrungan tekong tersebut memilih ABK pantura. Itu yang selama ini terjadi,'' katanya. Selama ini, satu kapal ikan jenis eks-trawl dan long-line (bobot di atas 20 grosston) membutuhkan 10-13 ABK. Di wilayah Cilacap kapal jenis itu ratusan buah. ''Kalau gejala tekong pantura memilih ABK pantura terus berlanjut, dapat dibayangkan berapa banyak nelayan ABK Cilacap yang menganggur,'' katanya. Tampaknya para taoke yang hadir dalam pertemuan bersikap proaktif. Hal itu dapat dilihat dengan langsung diambilnya kebijakan bahwa mereka akan segera mempekerjakan tekong dan ABK Cilacap. Namun, ada beberapa syarat yang diajukan para taoke bila para tekong Cilacap ingin bekerja kepada mereka. Beberapa syarat antara lain kesanggupan tekong Cilacap memenuhi jadwal melaut yang sudah disepakati. Selain itu, tekong juga diminta menjaga kejujuran dalam bekerja. (G21-20e) |