| Senin, 12 Juli 2004 | BANYUMAS |
Duel, Pemuda Toyareka Tewas DitusukPURBALINGGA-Perkelahian antarpemuda terjadi di pertigaan Desa Gambarsari, Kecamatan Kemangkon, Kabupaten Purbalingga, Sabtu (10/7) malam. Perkelahian satu lawan satu itu mengakibatkan Nurochman (17), warga Desa Toyareka, Kecamatan Kemangkon, menghembuskan nafas terakhir akibat ditusuk. Sementara itu lawannya, AY (29), warga Gambarsari, ditangkap polisi. ''Saat ini, AY bersama dua temannya masih kami periksa secara intensif. Mereka masih mengelak melakukan penusukan. Barang bukti benda tajam yang digunakan untuk menusuk korban, juga belum ditemukan. Kemungkinan, korban ditusuk dengan semacam obeng kecil, tepat di jantungnya,'' kata Kepala Sentral Pelayanan Kepolisian (SPK) Polres Purbalingga, Aiptu Djono, Minggu (11/7) petang. Dia menuturkan, kasus itu bermula ketika korban berniat menonton pertunjukan musik tradisional thekthek di Gambarsari. Sebelum nonton, korban mampir dulu ke rumah pacarnya di desa itu. Melihat hal itu, AY mengejek korban. Keduanya kemudian terlibat adu mulut, namun bisa diselesaikan. ''Nurochman nampaknya tidak terima dengan ucapan AY. Dia pulang dan mengajak lima kawannya mencari tersangka. AY yang didatangi rombongan pemuda itu tidak gentar. Dia malah menantang untuk duel satu lawan satu. Tantangan itu dilayani. Keduanya terlibat duel,'' jelas Aiptu Djono. Perkelahian malam itu berlangsung tidak lama, karena didamaikan warga. Korban dan teman-temannya pulang ke Toyareka. Di rumah, korban mengeluh dadanya sesak dan badannya menggigil kedinginan. Keluarga korban sempat memanggil seorang mantri untuk mengobati keluhannya. Tetapi si mantri angkat tangan. Nurochman lalu dibawa ke RSUD Purbalingga; namun jiwanya keburu tidak tertolong. Jantung Bocor Setelah diautopsi, ternyata jantung korban bocor terkena senjata tajam. Tulang rusuk di dada sebelah kiri juga ada yang patah. Petugas RSUD menemukan luka tusuk kecil selebar setengah senti meter di dada kiri, sedalam lima senti meter. ''Korban mengeluh sesak nafas, karena darah dari jantung bocor dan mengumpul di rongga dada kiri. Ketika diautopsi, darah dari jantung yang berada di rongga dada itu tumpah semua. Diduga senjata yang dipakai untuk menusuk itu bukan pisau, mengingat luka luar berukuran sangat kecil. Mungkin sejenis drei,'' kata Aiptu Djono. Sementara itu Wakapolres, Kompol Was'an Tjitro Kumoro yang dihubungi secara terpisah mengaku pihaknya telah mengamankan sejumlah pemuda yang diduga sebagai pelaku penganiayaan tersebut. Mereka kini sedang dalam pemeriksaan intensif di Mapolres. Karena itu, dia belum bisa memberi keterangan yang lengkap. ''Mohon Anda bersabar. Pelaku masih dalam pemeriksaan. Sekarang saya belum bisa memberi penjelasan. Mungkin nanti malam baru bisa diketahui pengakuan mereka. Memang, sebelum meninggal korban sempat duel satu lawan satu. Itu bukan perkara cewek, tapi hanya ejek-ejekan. Antara pelaku dengan korban sebelumnya juga tidak ada permusuhan'' katanya. (F10-20a) |