logo SUARA MERDEKA
Line
Minggu, 11 Juli 2004 NASIONAL
Line

Jenkins dan Dua Putrinya Kagum Lihat Kemewahan Hotel


Bertemu Keluarga: Begitu tiba di Jakarta Hitomi Soga langsung memeluk suaminya. Sementara kedua anaknya menangis.(83) - SM/afp

JAKARTA - Hitomi Soga, wanita Jepang yang Jumat lalu bereuni dengan suami dan kedua putrinya di sebuah hotel bintang lima di Jakarta, kelihatan sekali amat rindu pada suami dan anak-anaknya yang sudah gadis itu.

Maklum hampir dua tahun mereka berpisah. Soga pulang ke tanah airnya 2002 lalu, setelah terpaksa hidup di Korut selama 24 tahun. Sementara itu Charles Robert Jenkins - sang suami - dan dua putrinya tetap di Korut.

Jenkins tidak berani meninggalkan Korut dan ikut istrinya ke Jepang. Soalnya, Pemerintah AS pasti akan meminta ekstradisinya dan mengadili dia, gara-gara melakukan desersi pada 1965 lampau.

Pada waktu itu, Jenkins yang berpangkat kopral di sebuah kesatuan US Army (AD AS) bertugas di Korsel. Dengan alasan yang hingga kini belum diketahui, dia membelot ke Korut yang komunis.

Berkat "kebaikan" hati PM Jepang Junichiro Koizumi, diaturlah reuni di Jakarta itu. Jenkins (64) pun tidak usah takut diserahkan kepada para penegak hukum Amerika, karena RI dan AS tidak punya perjanjian esktradisi.

Menurut para saksi mata dan wartawan yang meliput peristiwa reuni penuh emosi tesebut, Soga (45) kemarin berbicara selama berjam-jam dengan suaminya. Dia mengatakan butuh waktu untuk menenangkan diri bersama suami dan dua putrinya, Mika (21) dan Belinda (18).

Kaget pada Kemewahan

"Saya senang dapat berkumpul lagi pada saat yang tepat di sebuah negara tropis yang indah, untuk kali pertama dalam setahun sembilan bulan terakhir," katanya, dalam suatu pernyataan, Sabtu kemarin.

Soga kembali berterima kasih kepada Pemerintah Indonesia atas bantuan mengadakan reuni tersebut. "Saya ingin punya waktu luang untuk berbincang-bincang dengan keluarga saya tanpa terburu-buru, selama di Jakarta," katanya.

Berapa lama mereka akan berada di Indonesia dan kemana mereka akan pergi setelah itu, masih belum ditentukan.

Suami istri tersebut menghabiskan waktu Jumat malam lalu dengan berbincang-bincang selama berjam-jam, kata seorang pejabat kedubes Jepang kepada pers, di gedung kedutaan tersebut.

"Soga tampak lega dan santai setelah mengalami peristiwa-peristiwa tersebut. Keduanya terus berbicara, tidak bisa dihentikan," kata pejabat itu.

Para pejabat Jepang mengatakan, Jenkins terkagum-kagum melihat kemewahan hotel bintang lima tempat mereka menginap, setelah puluhan tahun hidup di Korut yang miskin. (Sayang nama hotel itu tidak boleh disebutkan).

Karena sudah terbiasa dengan kondisi miskin dan serba kurang di Korut, kedua putri mereka yang kelahiran negara komunis tersebut mengepel lantai kamar hotel tempat keluarga itu menginap, dan mencuci sendiri pakaian mereka.

Keluarga tersebut tidak berani keluar kamar hotel, sejauh ini. Kedua putri mereka mendengarkan musik dan menonton video yang dibeli ibu mereka di Jepang.

Mereka belum mengajukan permintaan untuk berjalan-jalan keluar hotel. Namun pihak Kedubes Jepang mengatakan akan menghilangkan segala hambatan sebisa mungkin.

Tolak Bujukan

Soga ingin membujuk Jenkins dan putrinya untuk ikut dan tinggal di Jepang. Namun Jenkins sejauh ini menolak, karena khawatir akan diserahkan kepada otoritas AS untuk diajukan ke pengadilan militer.

Pemerintahan PM Koizumi telah meminta Pemerintah AS agar memberikan Jenkins perlakuan khusus. Namun Washinton tidak menjanjikan apa pun.

Bagi Indonesia, reuni tersebut menciptakan peluang untuk mengembangkan hubungan dengan Jepang, negara donatur dan mitra dagang penting Indonesia.

Jenkins adalah sersan berusia 24 tahun, saat sebuah patroli di dekat zona demiliterisasi pada suatu malam di musim dingin 1965. Tiba-tiba dia meninggalkan anak buahnya untuk "menyelidiki suara gaduh" di seberang (wilayah Korut).

Sejak itu dia tidak pernah kembali ke kesatuannya. Militer Amerika mengatakan dia membelot ke Korut. Namun sanak keluarga mengatakan dia diculik dan dicuci otak oleh Pyongyang. Mereka pun meminta agar Jenkins diampuni. (rtr-ben-30)


Berita Utama | Bincang - Bincang | Semarang | Karikatur | Olahraga
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA