logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 10 Juli 2004 SEMARANG
Line

Bocah Itu Fasih Membaca Alquran

UMUR Muhammad Nabil Mubarok pada 2 November mendatang baru genap 10 tahun. Namun masyarakat yang hadir di Asrama Haji Transit Manyaran Semarang, Kamis malam dibuat kagum oleh keindahan suaranya.

Selain fasih dalam tajwid bacaan Alqurannya, dia juga piawai menerapkan lagu-lagu qiraah layaknya seorang qari dewasa. Nabil, begitu panggilannya, perawakannya kecil mungil.

Usai membaca Alquran malam itu ia menerima potongan tumpeng dari Sekda Jateng H Mardjijono SH. Tadi malam, dia bersama kafilah Jateng bertolak mengikuti Seleksi Tilawatil Quran (STQ) Nasional Ke-17 di Bengkulu. Bocah yang baru naik kelas VI SD Teladan Sleman I itu akan tampil dalam cabang tilawah golongan anak-anak putra.

Ibunya, Dra Umayyah, tampak khusyuk menyimak Alquran ketika Nabil melantunkan ayat suci itu. Ia sendiri yang membimbing dan mengarahkan anak sulungnya itu untuk menjadi qari. Umayyah adalah sarjana Institut Ilmu Alquran (IIQ) Jakarta. Bersama suaminya, Drs Masyhudi, tinggal di Kampung Sucen, Salam, Magelang.

''Sejak kecil dia memang tampak punya bakat yang baik,'' tutur Umayyah. Sebelum lulus STQ tingkat Jateng, Nabil pernah menjuarai beberapa lomba, misalnya Juara III Festival Anak Sholeh Indonesia (Fasi) 5 di Yogjakarta, dan Juara I MTQ Antarpelajar. Nabil kini mengaji di MTA dan Jamiatul Qura Magelang.

Sekda H Mardjijono tampaknya juga tertarik mendengarkan suara Nabil. Usai menyerahkan tumpeng, dia mengusap-usap kepala bocah yang tampak malu-malu itu. Kamis malam kemarin, semua kafilah Jateng beristighotsah, bermunajat kepada Allah. ''Kami ingin mendapat keselamatan dan kemenangan dari Allah,'' tutur Dr HM Muchoyyar HS MA yang memimpin istighotsah.

Ritual itu sebelumnya didahului dengan puasa sunah selama satu hari, Kamis lalu. ''Mudah-mudahan upaya lahir batin kami ini didengar dan dikabulkan Allah,'' tutur Ketua LPTQ Drs KH Ahmad Darodji MSi.

Dia mengatakan, seluruh persiapan sudah matang. ''Alhamdulillah transportasi ke Bengkulu tidak ada masalah karena Gubernur mencarter pesawat khusus dari Bandara Ahmad Yani. Kami mohon doa restu,'' katanya.

Darodji mengungkapkan, persiapan menghadapi STQ kali ini lebih prima dibanding dengan sebelumnya. Para kafilah selain diseleksi mulai tingkat Kecamatan, Kabupaten/Kota, juga mengikuti pelatihan selama 10 hari di Asrama Haji Donohudan. Khusus di bidang tilawah dan hifdzil quran (hafalan Alquran) mereka mengikuti uji coba di Pondok Pesantren Al-Asy'ariyyah,Wonosobo.

Jateng akan mengikuti seluruh cabang musabaqah, yaitu tilawah anak-anak putra-putri, dewasa putra-putri, tahfidz 1 juz, 5 juz, 10 juz, 20 juz, dan 30 juz, qiroat sab'ah putra-putri, tafsir bahasa Indonesia, bahasa Arab, dan Inggris. (Agus Fathuddin Yusuf-64n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA