logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 05 Juli 2004 NASIONAL
Line

Penghitungan Akan Lebih Cepat

  • KPU: Pilpres Siap Digelar

PERLENGKAPAN PILPRES: Petugas Komisi Pemilihan Umum (KPU) kemarin mulai menyiapkan perlengkapan pemilihan presiden untuk dikirim ke daerah-daerah di Jakarta. Untuk wilayah provinsi, perlengkapan sudah dikirim beberapa hari lalu. Pemilihan presiden dimulai pagi ini di seluruh Indonesia.(79)

JAKARTA-KPU berjanji sistem penghitungan suara hasil pemilihan presiden tahap pertama hari ini akan bejalan lebih cepat ketimbang hasil penghitungan Pemilu Legislatif 5 April lalu. Bahkan, selain lebih cepat, penghitungan suara kali ini akan diupayakan lebih akurat dan bebas dari kekeliruan-kekeliruan seperti di penghitungan suara pemilu legislatif.

Janji itu dilontarkan Ketua Pokja Penghitungan Suara KPU Chusnul Mar'iyah seusai pembukaan Pusat Tabulasi Nasional Pemilu 2004 untuk Pilpres Tahap Pertama di Ruang Flores Hotel Borodubur semalam. Pusat Tabulasi Nasional Pemilu 2004 dibuka Ketua KPU Nazaruddin Sjamsuddin. Pusat Tabulasi Nasional Pemilu akan berlangsung dari tanggal 5 Juli-15 Juli 2004 yang merupakan pusat tampilan data-data hasil penghitungan suara secara elektronis dari seluruh daerah di Indonesia.

Hadir dalam acara pembukaan tersebut, duta besar negara-negara sahabat serta lembaga pemantau independen baik nasional maupun internasional yang memiliki kredibilitas dan reputasi internasional. Seperti The Carter Center, Internasional Foundation EOS, National Democratic Institute, Anfrel, European Unin-ropean Observatison Mission, IRI, AEC, dan The Asia Foundation.

Menurut Chusnul, meski berdasarkan Undang-undang Pemilu, hasil perhitungan suara yang dianggap sah adalah berdasar sistem penghitungan suara manual, sistem penghitungan suara elektronis yang menjadi dasar Pusat Tabulasi Nasional tetap dibutuhkan untuk percepatan informasi semua pihak.

''Ya jelas untuk memenuhi keingintahuan semua pihak secara cepat. Detik per detik. Jadi, sambil dihitung secara manual, semua pihak baik itu pemilih, para calon presiden dan calon presiden, tim sukses, media, termasuk kalangan di dunia, partai-partai sudah mengetahui sejak awal perkembangan perolehan suara,'' papar Chusnul.

Namun saat ditanya berapa dana yang dikeluarkan KPU untuk kebutuhan Pusat Tabulasi Nasional Pilpres Tahap Pertama tersebut, Chusnul dengan tegas menolak menjawab. Dia hanya mengatakan, biaya yang dibutuhkan untuk Pusat Tabulasi Nasional Pilpres Tahap Pertama ini lebih kecil dibandingkan dengan dana yang dipakai saat penyelenggaraan Pusat Tabulasi Nasional Pemilu Legislatif.

''Pokoknya dananya lebih kecil. Angkanya rasanya tidak perlu disebutkan, sebab ini kan sudah sesuai dengan anggaran KPU,'' elak Chusnul.

Sebagaimana diketahui, untuk penyelenggaraan Pusat Tabulasi Nasional Pemilu Legislatif April lalu, biaya yang dihabiskan mencapai Rp 150 miliar.

Saat diwawancarai wartawan, Chusnul sempat terlibat perdebatan panjang dengan seorang perempuan yang merupakan salah satu wartawan media asing yang mempertanyakan kecepatan Pusat Tabulasi Nasional dalam menyampaikan perolehan informasi. Sebab, menurut wartawan tersebut, dalam perhitungan suara Pemilu Legislatif April lalu, ternyata data yang disajikan Pusat Tabulasi Perhitungan Nasional tersebut lebih lambat ketimbang data yang disampaikan sebuah lembaga penelitian, LP3ES. ''Kok mereka (LP3ES) bisa lebih cepat. Bahkan, sore hari LP3ES sudah bisa mengumpulkan suara secara nasional,'' tanya wartawan tersebut.

Mendapat pertanyaan tersebut, dengan sengit dan berapi-api Chusnul menyebutkan, Pusat Tabulasi Nasional lebih cepat dari semua lembaga lain. ''Tapi kan itu tidak lengkap,'' tanya wartawan tersebut.''

Sementara itu, Ketua Tim TI ( Teknologi Informasi) Pusat Tabulasi Nasional Achyar Oemry mengatakan, sistem TI ini didukung 13.000 sukarelawan dari kalangan mahasiswa, siswa, dan guru sekolah kejuruan. Pihak lain yang memiliki andil dalam penghitungan elektronis adalah PT Integrasi, PT Telkom, dan PT Pasifik Satelit Nusantara yang bertanggung jawab dalam penyebaran 5.406 PC dan printer ke-32 provinsi, 416 kabupaten/kota, dan 4.167 kecamatan.

Dia menambahkan, melalui TI ini, hasil penghitungan suara dari 585.128 TPS di 5117 kecamatan di 32 provinsi di Indonesia dapat lebih cepat.

Siap Digelar

Sementara itu, semua daerah dinyatakan siap melaksanakan pencoblosan pemilihan presiden dan wakil presiden secara serentak hari Senin ini mulai pukul 07.00 WIB. Kesiapan itu disampaikan Ketua KPU Nazaruddin Sjamsuddin seusai membuka Pusat Tabulasi Nasional Penghitungan Suara Pilpres, di Hotel Borobudur, semalam.

Menurut dia, hingga saat ini KPU tidak menerima laporan tentang daerah yang tidak siap melakukan pencoblosan. Karena itu, dia menegaskan, hingga sehari menjelang pencoblosan (kemarin) tidak ada daerah yang melaporkan ada persoalan logistik.

Dia mengemukakan, sejak akhir pekan lalu, logistik pilpres yang terdiri atas surat suara, segel, amplop, formulir, daftar calon, dan kalkulator sudah diterima KPU-KPU kabupaten/kota. Logistik itu pun sudah diteruskan ke PPK hingga PPS.

Kalaupun ada satu-dua PPS yang belum menerima surat suara, itu bukan disebabkan oleh keterlambatan logistik, melainkan sengaja menunda hingga H-2 karena tidak terdapat tempat penyimpanan. Selain itu, ada pula daerah yang mengembalikan logistik karena pertimbangan keamanan seperti di Papua.

''KPU sudah mengirim logistik pilpres ke Papua, tetapi beberapa daerah mengembalikannya lagi,'' elaknya.

Di pihak lain, lanjut Nazaruddin, KPU tidak bisa berbuat apa-apa, karena daerah itu memiliki pertimbangan keamanan. Padahal, masih kata dia, KPU ingin berjalan sesuai dengan undang-undang, hanya ada keadaan-keadaan yang tidak selalu bisa dipenuhi.

Saat menanggapi pernyataan panwas pemilu yang menyebutkan masih banyak daerah kekurangan logistik, dia mengemukakan, informasi yang benar berkaitan dengan masalah logistik pilpres berasal dari KPU, bukan dari lembaga lain, termasuk panwas pemilu.

Saat ditanya apakah KPU akan meminta perpu atas belum diterimanya logistik pilpres di tempat-tempat tertentu, Nazaruddin menjawab tidak.

Harus Diterima

Presiden Megawati dalam pidatonya mengucapkan selamat kepada masyarakat untuk memilih capres-cawapres. Siapa pun pasangan yang terpilih, harus didukung dan diterima. Presiden menyampaikan pidatonya di Istana Negara.

Mega menjelaskan, pemilihan presiden saat ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pilpres 5 Juli 2004 merupakan tonggak sejarah baru bagi Indonesia, karena ini merupakan kali pertama presiden dan wakil presiden dipilih langsung oleh rakyat.

Menurut Presiden, jabatan presiden dan wakil presiden sungguh penting. Karena presiden dan wakil presidenlah yang akan mengambil keputusan mengenai masalah-masalah pemerintahan, yang langsung atau tidak langsung akan memengaruhi nasib banyak orang untuk kurun waktu lima tahun.

''Saya percaya, saudara-saudara semua telah mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya untuk ikut serta dalam saat-saat yang bersejarah itu. Mata dunia sekali lagi akan terarah pada kita sebagai bangsa, menanti bukti lebih lanjut bahwa kita memang mampu melalui transisi yang lumayan pelik menuju era demokrasi modern.''

Presiden gembira karena telah timbul tekad bahwa capres dan cawapres beserta pendukungnya untuk bersikap sportif, tidak hanya siap untuk menang, tapi juga siap kalah. Pilpres putaran pertama 5 Juli 2004 ini, menurut Presiden, juga akan menjadi landasan kukuh bagi pengembangan kultur politik baru dalam membangun kehidupan bernegara yang lebih mantap pada masa mendatang.

Dalam bagian pidatonya, Presiden juga berharap perjalanan demokrasi terkait pemilihan presiden dan upaya menyelesaikan krisis di Indonesia bisa berjalan damai dan tenang. ''Jika kita berhasil melewati masa-masa sulit ini dengan tenang dan damai, bukan tidak mungkin keberhasilan kita akan dijadikan model bagi bangsa-bangsa lain yang juga akan atau sedang mengalami transisi menuju demokrasi.''

Menurut Presiden, pasangan mana pun yang akan dipilih rakyat akan menjadi pemimpin bangsa yang sah. ''Mereka harus kita terima dan kita dukung dengan ikhlas,'' katanya.

''Apa pun partai politik kita, asal usul atau dari golongan mana kita datang, dan siapa pun yang akan kita pilih, persatuan dan kesatuan kita sebagai bangsa harus tetap kita pelihara. Hanya dengan terpeliharanya persatuan dan kesatuan itulah masalah-masalah besar yang kita hadapi dapat kita selesaikan dan masa depan yang lebih baik dapat kita bangun.''

Presiden mengatasnamakan pemerintah dan pribadi mengucapkan selamat kepada seluruh rakyat Indonesia pada umumnya dan seluruh pemilih pada khususnya, untuk mempergunakan hak pilihnya. (bn,bu,dtc-33,78t)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Liputan Pemilu | Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA