| Jumat, 02 Juli 2004 | SALA |
Selat Mbak Lis, Pas dengan Lidah Orang SoloLOKASI strategis, bukan menjadi jaminan suatu usaha bakal marketable. Bila itu menyangkut soal makanan, tentu cita rasalah yang menentukan sedikit banyaknya peminat. Itu pula yang terjadi pada "Warung Selat Mbak Lis", di Serengan RT 03 RW II Solo, tepatnya berada di gang II Nomor 42. Meski berada di lokasi yang boleh dibilang sama sekali tidak strategis, -maklum lokasinya masuk ke gang yang hanya bisa dilalui satu mobil-, setiap hari lebih dari seratus pelanggan mampir ke warung tersebut. Bahkan saking banyaknya, pembeli pun harus bersabar menunggu kosongnya kursi yang selalu dipenuhi pembeli, terlebih pada saat jam makan siang. "Nggak tahu ya, kok banyak yang suka selat bikinan saya. Padahal bumbunya juga sama, tidak ada istimewanya, kok," kata Lilis Wulandari, pemilik "Warung Selat Mbak Lis", siang kemarin. Seorang pelanggan, Darsono SE mengungkapkan, selat warung tersebut memiliki rasa yang lebih mantap dibanding dengan lainnya. Meski sama-sama berisi potongan wortel, kentang, buncis, acar, telur, irisan daging, serta mayonaise, dia menilai selat di warung itu sangat pas dengan lidah warga Solo. Terasa Benget "Pokoknya pas, lah. Campuran antara rasa manis, gurih, dan asemnya sangat pas dengan lidah orang Solo. Apalagi kalau dimakan siang hari, ditambah minuman es teler, segarnya terasa banget." Harga yang ditawarkan pun, kata anggota DPRD Surakarta itu, tidak mahal. Untuk satu porsi selat, hanya perlu merogoh uang Rp 4.500. Maka, jangan heran bila warung tersebut kerap menjadi jujugan selebriti, di antaranya sastrawan WS Rendra, "Si Walang Kekek" Waldjinah, pelawak alm Dono Warkop, dan Murti Sari Dewi. Tak hanya itu, pejabat seperti Bupati Wonogiri Begug Purnomosidi dan istri, serta Wali Kota Surakarta Ny Endang Slamet Suryanto pun kerap datang ke tempat makan tersebut. Semula dia mengerjakan segalanya sendirian. Lantaran jumlah pelanggan makin banyak, dia mencoba mempekerjakan karyawan, yang saat ini berjumlah enam orang. Warung itu, buka setiap hari mulai pukul 10.00-17.00 WIB. Untuk selat, Lilis menyediakan dua menu, yakni selat galantin dan selat bistik. Selain menu selat, juga terdapat menu lain, di antaranya setup makaroni, gado-gado lontong, gado-gado biasa, tahu acar, sop sosis, dan timlo (khusus pesanan). (Anie R Rosyidah-17a) |