logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 02 Juli 2004 PANTURA
Line

SPBN di Slamaran Telan Rp 1,8 Miliar

  • Solar Selisih Rp 350/Liter

PEKALONGAN - Guna meringankan beban nelayan, khususnya kebutuhan bahan bakar, pemerintah selama lima tahun ini menargetkan stasiun pompa bahan bakar nelayan (SPBN) sebanyak 1.260 buah dibangun di seluruh wilayah Indonesia. Dari jumlah itu, kini sudah 70 beroperasi dan 40 lainnya sedang dikerjakan.

Menteri Kelautan dan Perikanan Prof Dr Ir Rokhmin Dahuri menjelaskan hal itu kepada wartawan usai meresmikan SPBN Jasa Mina senilai Rp 1,8 miliar dan Usaha Simpan Pinjam Swamitra Mina di Slamaran, Kota Pekalongan, kemarin sore.

Peresminan itu dihadiri Wali Kota Pekalongan Drs H Samsudiat MM, Kepala Perum Prasarana Perikanan Samudra Cabang Pekalongan, Ir Imam Susanto MM, Ketua KUD Makaryo Mino, Riyantho Chadiri SE dan beberapa tamu undangan lainnya.

Menurut Menteri, dengan pendirian SPBN itu sangat meringankan beban nelayan. Sebagai contoh seperti yang terjadi di Pekalongan. Sebelum di Kota Batik itu didirikan SPBN, harga solar untuk nelayan diperkirakan sekitar Rp 2.000/liter. Tetapi dengan SPBN maka harga solar hanya Rp 1.650/liter.

"Jadi setiap liter ada selisih Rp 350."

Sumber pembiayaan pendirian SPBN itu, menurut menteri, bisa dari swasta atau koperasi. Namun dia berharap pendirian SPBN dilakukan oleh koperasi nelayan, sehingga keuntungan dari koperasi itu bisa kembali pada nelayan. Dengan demikian, tujuan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan dapat cepat tercapai.

"Dalam sejarah di republik ini, baru kali ini nelayan dibantu pendirian SPBN semegah ini dalam meningkatkan semangat nelayan," katanya.

Rp 1,8 Miliar

Sementara itu, Kepala Perum Prasarana Perikanan Samudra Pekalongan, Ir Imam Susanto menjelaskan, pembangunan SPBN di Pekalongan itu menelan dana Rp 1,8 miliar dengan kapasitas tangki pendam sebesar 180 kiloliter. Alatnya mengunakan dua unit ultra high speed.

Dengan kapasitas sebesar itu diharapkan dapat cukup melayani kebutuhan BBM untuk para nelayan.

SPBN itu, dia menambahkan, selesai dibangun April lalu dan mendapat izin operasinal dari Pertamina 20 April 2004. Rencananya SPBN itu akan bekerja selama 24 jam, dengan harga Rp 1.650/liter.

Didirikannya SPBN itu, menurut Imam Susanto, dalam rangka pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara Pekalongan di kawasan timur Sungai Pekalongan. Dalam kaitan ini, Perum Prasarana Perikanan Samudra Pekalongan menyediakan tanah seluas 30,8 hektare, 20 ha di antaranya tanah itu siap dibangun dan 10,8 ha masih berupa sawah rawa yang digunakan untuk tambak oleh petani.

Sebelumnya, PPNP juga sudah membangun beberapa fasilitas antara lain dermaga, sarana jalan dan sarana air. Bahkan swasta pun ikut membangun jaringan listrik, dock dan galangan kapal (PT Dickindo Prima) serta pabrik tepung rumput laut (PT Kumiteknindo Utama).

Wali Kota Pekalongan Drs H Samsudiat MM mengatakan, dengan pembangunan SPBN untuk perikanan itu diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan nelayan. Dia mengakui, dalam kegiatan perikanan ternyata mampu meyerap tenaga kerja banyak.

"Di Pekalongan sendiri mampu menampung sebanyak 25 ribu orang," katanya. (A15-14)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA