| Jumat, 02 Juli 2004 | PANTURA |
Tegal Telah Berubah Jadi Kota MetropolisSELAMA ini Tegal selalu diidentikkan dengan warung tegal (warteg). Akan tetapi, bila Anda mengunjungi kota ini, pandangan tersebut akan berubah 180 derajat. Betapa tidak? Dengan slogan "Tegal Keminclong Moncer Kotane", saat ini kota tersebut telah berubah menjadi kota metropolis sekaligus kota industri. Sebagai kota industri, daerah dengan luas wilayah 38,5 kilometer persegi itu telah memiliki berbagai jenis perusahaan yang tidak kalah dengan kota lain di Jawa Tengah seperti Semarang, Solo, dan Kudus. Di kota ini terdapat berbagai jenis industri yang sedang berkembang, antara lain yang terbesar dan menyerap tenaga kerja paling banyak adalah industri tenun ikat dengan jumlah 1.147 perusahaan dan menyerap 5.489 tenaga kerja. Kemudian industri pengasinan ikan 1.128 perusahaan dengan serapan tenaga kerja 3.979 orang. Selain kedua industri tersebut, terdapat pula berbagai industri lain seperti permesinan, galangan kapal, industri logam, dan pabrik teh. Potensi besar Kota Bahari ini ternyata menjadi incaran pengusaha besar untuk mengais rezeki dari bisnis perhotelan. Itu terbukti dalam perkembangan lima tahun terakhir ini, kota dengan jumlah penduduk 242.000 jiwa itu kini memiliki 23 hotel dari kelas melati sampai bintang tiga. Jumlah ini barangkali akan terus bertambah seiring dengan bermunculannya bisnis retail yang belakangan juga makin "menggila". Di tengah pertarungan hotel-hotel baru, Susana Baru Hotel yang terletak di Mayjen Soetoyo 27 justru makin mempercantik diri. Di usai seperempat abad, hotel bintang dua itu mengikuti selera dan tuntutan masyarakat. Hal itu dilakukan untuk mengimbangi gebrakan Wali Kota Adi Winarso SSos yang kini sedang memasyarakatkan kota ini menjadi "Tegal Keminclong Mocer Kotane". Apa yang sudah dilakukan manajemen? Direktur Susana Baru Hotel Ny Susana Yusiwati mengatakan, pada pertengahan 2002 telah dilakukan banyak renovasi bangunan dan restoran. Bagian depan yang semula kelihatan kusam, kini disulap hingga kelihatan cantik dan anggun. Bahkan lobi depan yang semula sempit, sekarang menjadi lebar. Termasuk beberapa kamar ditata lebih variatif hingga ada kesan nyaman. "Untuk pelancong yang menginap di sini, kami sediakan ruangan fitnes untuk berolah raga ringan," ujar dia didampingi Wakil Pimpinan Moh Yunus FA. Dibandingkan dengan hotel bintang lain, hotel ini sebenarnya sangat strategis. Lokasinya bersebelahan dengan swalayan Sri Ratu Pacific Mall yang merupakan pasar swalayan terbesar kedua di kota ini. Untuk memuaskan pengunjung, manajemen juga menyiapkan berbagai makanan khas setempat, seperti soto tegal, nasi goreng, dan sea food. "Kami ingin tampil beda dari hotel lain, karena itu selain peningkatan pelayanan kami juga menyiapkan menu khas Kota Bahari," tutur Yunus. Warga yang ingin menyelenggarakan pesta perkawinan, seminar, ulang tahun, ataupun rapat-rapat, hotel ini juga menyediakan aula khusus di lantai dua. Jadi Primadona Ruangan tersebut dipersiapkan untuk 400-an orang. Berbagai upaya yang dilakukan manajemen ternyata mampu menjadikan hotel ini menjadi primadona baru untuk tujuan wisata pelancong luar daerah. Sumbangsih bisnis perhotelan makin memperkukuh pendapatan asli daerah (PAD). Pada Laporan Pertanggungjawaban Wali Kota Tegal 2003, disebutkan pada 2002 PAD dari sektor pajak daerah, retribusi dan lain-lain Rp 30.621.816,79. Pendapatan ini diperkirakan mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.(Wahidin Soedja/Suwandono-42j) |