logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 02 Juli 2004 PANTURA
Line

Terlibat Tim Sukses Mega-Hasyim

Pengurus PKB Dinonaktifkan

KAJEN-Beberapa pengurus teras DPC PKB dan anggota Fraksi PKB Kabupaten Pekalongan dinonaktifkan dari jabatannya. Hal itu karena mereka terlibat aktif dalam tim sukses pasangan capres Megawati-Hasyim Muzadi.

Mereka dianggap tidak mematuhi instruksi dari DPP PKB yang menetapkan KH Ir Salahuddin Wahid sebagai cawapres dari PKB berpasangan dengan Wiranto dari Partai Golkar.

Tindakan tegas DPC PKB dalam menegakkan disiplin organisasi tersebut terungkap lewat surat resmi yang ditandatangani oleh Dewan Tandfidzi DPC PKB Kabupaten Pekalongan, kemarin.

Dalam surat tersebut Ketua DPC PKB Drs H Bisri Romli menyebutkan, DPP PKB menginstruksi kepada seluruh jajaran pengurus DPC PKB dan badan otonomnya di berbagai tingkatan untuk mengamankan dan melaksanakan keputusan tersebut.

DPC PKB Kabupaten Pekalongan, menurut Bisri, memperoleh temuan di lapangan tentang adanya beberapa nama pengurus DPC PKB, anggota DPRD Kabupaten Pekalongan dan anggota FKB DPRD Jateng dari Kabupaten Pekalongan yang terlibat aktif dalam tim sukses Mega-Hasyim, di antaranya Drs H Syaeful Bachri, H Rofii Nahrowi, Sochim Noor, Farkhan Chudlori, Drs Sa'dun Zein, dan beberapa pengurus PKB di tingkat anak cabang (kecamatan-Red), serta beberapa pengurus Garda Bangsa.

Menyikapi realitas tersebut melalui rapat pengurus harian Dewan Syuro dan Dewan Tandfidzi DPC PKB Kabupaten Pekalongan pada 30 Juni, DPC mengambil tindakan disiplin organisasi berdasarkan aturan organisasi yang berlaku terhadap anggota FKB DPRD Kabupaten Pekalongan.

"DPC PKB juga akan memberitahukan indikasi keterlibatan aktif Drs Syaeful Bachri sebagai tim sukses Mega-Hasyim dan mengsulkan kepada DPW dan DPP PKB untuk mengambil tindakan disiplin organisasi kepadanya. Sebab, secara meyakinkan dia terlibat dalam tim sukses Mega-Hasyim," paparnya.

Pilih Hasyim

Anggota FKB DPRD Jateng H Rofi'i Nahrowi ketika dikonformasi mengakui dirinya memang masuk sebagai anggota tim sukses Mega-Hasyim. Sebab, secara nurani dia memang ingin memilih Hasyim Muzadi sebagai wakil presiden. Namun, meski jadi anggota tim sukses Mega-Hasyim dia mengaku tidak banyak bergerak aktif kampanye.

"Supaya PKB tahu saya tidak banyak bergerak, namun saya siap dan akan menerima jika memang PKB akan memberikan sanksi gara-gara itu.

Meski memilih pasangan Mega-Hasyim dan terancam dinonaktifkan sebagai pengurus PKB, dia yang juga Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan mengaku tetap akan berjuang untuk PKB dan tidak akan membelot ke partai mana pun. Nahrowi mengaku mengerti langkah DPC secara struktural jika nanti memberikan saksi penonaktifan atas dirinya dari kepengurusan.

"Saya tidak akan obah (bergerak-Red), dan tetap akan memilih sesuai dengan pilihan saya, anak dan istri saya juga saya bebaskan untuk memilih sesuai dengan yang mereka inginkan, meski berbeda dengan saya," paparnya.

Hingga kemarin Nahrowi mengaku belum menerima surat pemberitahuan tentang penonaktifan dirinya dari pengurus PKB atau dimintai hak jawab tentang masalah itu. "Sampai saat ini saya belum menerima pemberitahuan soal itu," katanya.

Sementara itu, anggota FKB DPRD Jateng Drs H Syaiful Bachri yang juga diusulkan untuk dinonaktifkan oleh DPC PKB belum bisa dihubungi. Ponselnya tidak diaktifkan, meski sampai beberapa kali Suara Merdeka hubungi, kemarin.(G16-14k)

Pengurus Teras PKB yang Terlibat Nama Jabatan

1. Drs H Syaeful Bachri Anggota FKB DPRD Provonsi Jateng, Wakil Ketua DPW PKB Jateng,

2. H Rofi'i Nahrowi Anggota FKB DPRD Kab. Pekalongan, Ketua Dewan Syuro' DPAC PKB Tirto

3. Sochim Noor Anggota FKB DPRD KAb. Pekalongan, Ketua Dewan Syuro'DPRT Desa Proto, Kedungwuni

4. Farkhan Chudlori Anggota FKB DPRD Kab Pekalongan, Ketua Dewan Syuro; DPAC Sragi

5. Drs Sa'dun Zein Angota FKB DPRD Kab Pekalongan


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA