| Jumat, 02 Juli 2004 | PANTURA |
Ibu Bayi Dikirim ke RSJ
SLAWI - Ny Neneng Indriasih (30), yang membuang anak kandungnya, Rohimah, yang baru berusia tiga bulan, kemarin dikirim ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Amino Gondo, Pedurungan, Kota Semarang oleh jajaran Resintel Polsek Dukuhturi Polres Tegal. Langkah itu ditempuh menyusul dugaan, wanita itu mengalami gangguan jiwa atau depresi sangat berat. Dugaan Ny Neneng menderita kelainan jiwa itu dikuatkan dengan hasil penyidikan sementara jajaran Resintel Polsek Dukuhturi dan keterangan tenaga medis dari Puskesmas Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal, kemarin. Menurut Kapolsek Dukuhturi Iptu Suyitno, ibu muda tersebut selama dalam pemeriksaan masih terus berbicara ngelantur, sehingga sangat membingungkan petugas yang memintai keterangan. "Priben bisane anak dhewek dicemplungna nang sumur?" tanya Iptu Suyitno. Dia tidak menjawab pertanyaan itu serius. Bahkan, dia diam cukup lama. Kalau toh muncul jawaban, hanya tertawa lepas tanpa alasan. Rochiminingsih, salah seorang perawat Puskesmas Dukuhturi yang merawat Ny Neneng dan bayinya mengatakan, kondisi jiwa ibu muda itu sangat terguncang, sering kambuh dan membahayakan lingkungan. "Langkah paling tepat untuk penyembuhan sakitnya adalah mengirimkan dia ke rumah sakit jiwa di Semarang," tutur Rochimingsih saat ditemui di Polsek Dukuhturi. Izin Keluarga Untuk mengirimkan ke RSJ Amino Gondo Semarang, lanjut dia, baik pihak Puskesmas maupun Polsek sudah meminta izin dari keluarga. Baik suaminya maupun ibu kandungnya, sudah memberikan izin demi kesembuhan ibu muda tersebut. Sebagai tenaga medis, Rochiminingsih optimistis ibu yang kini statusnya jadi tersangka itu dapat disembuhkan jiwanya. Minimal secara bertahap akan ada perubahan dibandingkan dengan kondisi sekarang. Sebab, di rumah sakit jiwa itu dia bakal ditangani tenaga ahli di bidangnya. Soal gangguan jiwa tersebut, menurut dia, sebetulnya pernah muncul saat kandungannya berusia lima bulan. Ny Neneng pergi tanpa pamit ke Moga, Pemalang selama beberapa hari. Kemudian menjelang kejadian menceburkan anaknya ke sumur, dia katanya sering mendengar suara-suara yang merangsang agar segera membuang bayinya ke dalam sumur. Bahkan, meminta agar ibu itu bunuh diri dengan cara menabrakkan ke sebuah sepeda motor yang melaju kencang. "Gangguan-gangguan ini seperti halusinasi yang mengganggu kesadaran seseorang," tutur Rochiminingsih. Dengan kondisi seperti itu, pihaknya setelah meminta izin keluarga kemudian mengirimkannya ke rumah sakit jiwa di Semarang. Sebelumnya diberitakan (Suara Merdeka, Kamis 1/7), Ny Neneng Indriasih, warga RT 1 RW 3 Desa Pagongan Kecamatan Dukuhturi Kabupaten Tegal, tega membuang bayinya yang masih berusia tiga bulan ke dalam sumur. Dia melakukan hal itu diduga karena menderita gangguan jiwa. (D12-74k) |