logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 02 Juli 2004 NASIONAL
Line

Kapolri: Mereka Terlibat Bom Bali

  • Penangkapan Enam Warga Sukoharjo

SEMARANG- Enam tersangka yang ditangkap Tim Mabes Polri di Kampung Kenteng, RT 2 RW 3, Kelurahan Ngadirejo, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Rabu (30/6) lalu diduga terlibat dalam perencanaan dan persiapan pengeboman di Bali dan Hotel JW Marriott Jakarta.

Demikian pernyataan Kapolri Jenderal (Pol) Da'i Bachtiar seusai membuka acara "Regional Law Enforcement Heads of Counter Terrorism Conference" di Hotel Patra Semarang, Kamis (1/6). Acara tersebut diikuti perwakilan dari 13 negara di Asia Pasifik serta empat pemantau dari Amerika Serikat, Prancis, Jerman, dan Australia.

Lebih lanjut Da'i mengemukakan, nama-nama para tersangka diperoleh dari hasil penyidikan dua kasus bom tersebut. Tetapi, Da'i tidak menyebutkan secara gamblang identitas mereka.

Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen (Pol) Drs Paiman menegaskan, keenam tersangka masih ditahan di Jawa Tengah. Namun, dia tidak mengungkapkan kepastian tempat penahanan.

Tak Menyangka

Kasus penangkapan enam warga RT 2 RW 3, Dukuh Kenteng, Kelurahan Ngadirejo, Kartasura masih menjadi perbincangan warga. Mereka seakan tidak percaya ada warganya yang terlibat jaringan teroris. ''Sungguh, saya kaget dengan kejadian ini. Apa benar mereka teroris?'' ujar seorang warga yang ikut berkerumun di depan rumah Sudadi, lokasi penangkapan.

Mertua Sudadi, Soijem (47), masih terlihat shock. Beberapa kali pandangannya menerawang ke atas seraya menghela napas panjang. Saat ditanya masalah menantunya itu, ibu yang mengais rezeki dengan berjualan kacang tersebut seakan tidak mendengar. Malah beberapa kali, dia menatap wartawan dengan tatapan mata kosong. Baru ketika diulang pertanyaannya, dia menoleh. ''Ini cobaan berat bagi saya. Kok, kejadian seperti ini menimpa keluarga saya,'' tuturnya lirih.

Dia mengaku bingung ke mana harus mencari putrinya, Mar'atus Shalikah alias Ma'ah, istri Sudadi. ''Saya berharap Ma'ah segera pulang. Kasihan putri saya, dia tidak tahu apa-apa. Saya juga tidak tahu di mana keberadaan Sudadi. Sampai sekarang, dia belum memberi kabar.''

Saat ditanya tentang kegiatan menantunya, Soijem mengaku tidak tahu. Setiap hari, dia sibuk menyiapkan dagangan kacang sehingga tidak pernah tahu kegiatan Sudadi setiap harinya. ''Yang saya ketahui, dia berjualan madu. Adapun Ma'ah menjahit dan berusaha di bidang konfeksi. Ya, hanya usaha kecil-kecilan.''

Dia juga mengatakan, lima lelaki yang ditangkap polisi itu memang mengontrak di rumahnya. ''Mereka mengontrak di bagian belakang. Saya juga tidak pernah tanya nama dan dari mana asal mereka. Saya hanya tahu satu orang, namanya Bejo. Mereka mengontrak sejak tiga bulan lalu. Namun, apa pekerjaan dan kegiatannya, saya tak tahu. Memang mereka sering mengikuti pengajian, namun di mana dan dengan siapa saya tidak tahu.''

Workshop

Sementara itu, dalam forum "Regional Law Enforcement Heads of Counter Terrorism Conference" di Hotel Patra Semarang, negara-negara kawasan Asia Pasifik lebih serius dalam menangani kejahatan antarnegara. Itu diwujudkan dalam Jakarta Center for Law Enforcement Cooperation (JCLEC), yaitu sebuah wadah baru dalam rangka memberantas aksi-aksi kejahatan terorisme.

Menurut penuturan seorang pejabat penting di JCLEC, Brigjen Pol Purwoko, gagasan JCLEC muncul kali pertama dengan adanya nota kesepahaman antara Polri dan Australia Federal Police (AFP). Kemudian diperbarui 2002, yang menyebutkan kerja sama operasional di bidang pengembangan kemampuan institusi.

Selanjutnya, ujar dia, dilanjutkan dengan pertemuan tingkat para menteri se-Asia Pasifik di Bali pada 4-5 Februari. ''Dari pertemuan itu, kemudian tercetus pentingnya membangun pusat kerja sama untuk memberantas terorisme. Untuk itu, disepakati pembentukan JCLEC."

Purwoko mengemukakan, berkaitan dengan rencana peresmian JCLEC, Polri mengundang negara-negara Asia Pasifik untuk meningkatkan kerja sama dalam memberantas trans national crimes.

Dalam acara itu, tiap-tiap negara berbagi pengalaman tentang aksi-aksi kejahatan yang muncul di negara mereka. (G3,G5,G10, roe, rny-69j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA