| Jumat, 02 Juli 2004 | NASIONAL |
Luis Figo BangkitLISABON - Ketika Portugal berjuang melalui adu tendangan penalti melawan Inggris di Lisabon pada perempatfinal kejuaraan Eropa pekan lalu, ketidakhadiran seorang pemain tampak mencolok. Pemain tersebut adalah kaptem Portugal Luis Figo. Mantan Pesepakbola Terbaik Dunia tersebut oleh pelatih Luiz Felipe Scolari diganti lebih awal, dan Figo, tanpa kata-kata kepada pelatihnya maupun rekan setimnya, pergi ke ruang ganti - dan tidak muncul lagi, bahkan saat adu tendangan penalti digelar. Scolari dengan cepat mengatasi situasi dengan mengatakan bahwa Figo berada di ruang ganti untuk berdoa, sementara teman-teman setimnya berusaha untuk maju ke semifinal. Beberapa orang mempercayainya. Namun pada Rabu malam, semua itu sudah terlupakan, saat Figo bangkit dengan menjadi inspirator bagi tuan rumah dengan kemenangan 2-1 atas Belanda di Avalade Stadium Lisabon, untuk pertamakalinya maju ke final turnamen besar. Ia yang menyiapkan gol pertama - sebuah sundulan kuat dari pemain muda harapan Manchester United Cristiano Ronaldo pada menit ke-26 - dan hampir membuat gol saat tendangannya membentur tiang gawang pada menit ke-41. Maniche menambahkan gol kedua bagi Portugal pada babak kedua, dan meski tim Belanda mengejar melalui gol bunuh diri dari Jorge Andrade, tuan rumah berhasila menahan untuk meraih kemenangan bersejarah. Seusai pertandingan Figo mengatakan: "Ini malam yang fantastis bagi seluruh Portugal dan persepakbolaan kami. Ini kemenangan bersejarah setelah kalah di awal semifinal, belum ada tim kami yang pernah melakukan seperti ini sebelumnya. Ini pertandingan yang hebat dan kami mendominasi. "Kami bisa mematikan pertandingan, namun kami tidak melakukannya dan kami membiarkan Belanda bangkit kembali dalam permainan." Figo, tentu saja, bukan orang yang jauh dari penghargaan, telah memenagi Liga Champions, Liga Spanyol dan gelar piala, termasuk terpilih sebagai pesepakbola Eropa terbaik tahun 2000 dan pesepakbola terbaik dunia setahun kemudian. Namun dapat diperdebatkan keberhasilan terbesarya terjadi 13 tahun lebih awal dibanding keberhasilan melawan Belanda, ketika ia berusia 18 tahun menjadi inspirator kemenangan Portugal dalam Piala Dunia Yunior yang digelar di Portugal tahun 1991. Kemenangan tersebut (diraih lewat adu tendangan penalti 4-2 melawan Brazil) masih menjadi keberhasilan terbesar sepak bola Portugal hingga saat ini. Setelah melaju ke final Euro, Figo kembali mengenang ke tahun 1991. "Sangat sulit untuk menjabarkan perasaan ini. Saya telah berusaha untuk meraih ini selama 13 tahun. "Ini hari yang menjadi kenangan bagi kita semua. Bagi para pemain, juga bagi mereka yang bangun setiap pagi untuk berangkat kerja. Kemenangan ini adalah untuk seluruh negeri," katanya. Pada hari Minggu, Figo berharap menuliskan babak baru pada sejarah sepak bola di negaranya. "Saya tidak peduli apakah kita akan bertanding melawan Republik Ceko atau Yunani. Keduanya tim yang kuat. Yang saya inginkan adalah membantu negara saya memenangi Kejuaraan Eropa." (rtr,ant-15) |