| Jumat, 02 Juli 2004 | NASIONAL |
Kerja Tim Sukses Jelang Pilpres (2-Habis)Tak Terlalu Pusingkan Peringkat
TIM sukses Amien Rais merasa bersyukur, kerja keras mereka selama sebulan masa kampanye tidak sia-sia. Meski popularitas Amien anjlok setelah perolehan suara PAN pada pemilu anggota legislatif terpuruk, yaitu hanya menempati urutan keenam di bawah PKS dan Partai Demokrat, lambat tapi pasti popularitas itu kembali terdongkrak. "Boleh dibilang setelah pemilu lalu, dibandingkan dengan capres lainnya seperti Wiranto, Mega, dan SBY, gerakan Amien mulai dari yang paling bawah. Setidaknya sama dengan Hamzah Haz. Alhamdulillah mendekati 5 Juli, popularitas Amien cenderung meningkat," ungkap Wakil Direktur Kampanye Amien-Siswono, Icu Zukafril. Icu mempunyai harapan besar, grafik citra positif capresnya itu akan semakin naik seperti tergambar dari berbagai polling dan penelitian yang muncul belakangan ini. Besarnya harapan itu tidak hanya diukur melalui berbagai penelitian tapi juga dari antusiasnya pemberian dukungan dari berbagai tokoh, kelompok, dan lapisan masyarakat. Dia mencontohkan munculnya dukungan dari Forum Komunikasi Umat Buddha (FKUB). Meski belakangan dukungan dari komunitas umat ini yang besarnya hanya 0,3% itu menimbulkan pro dan kontra, ada keinginan signifikan dari kelompok etnis Tionghoa untuk mengarahkan dukungannya kepada duet Amien-Siswono. Tim sukses memang tidak terlalu memusingkan peringkat Amien di berbagai penelitian itu yang tidak satu pun menempatkan pasangan Amien-Siswono pada urutan teratas. Yang terpenting adalah tren yang semakin naik sehingga meyakinkan mereka bahwa duet ini bakal lolos ke putaran kedua. "Kami tidak melihat siapa yang bakal tampil sebagai pemenang pertama untuk bersaing dengan Amien-Siswono pada putaran kedua. Dan, kami juga tidak memasang target muluk-muluk, nomor dua sudah cukup," ujarnya. Mereka menyadari target itu relatif berat. Karena itu, selama seminggu hari tenang ini akan dimanfaatkan tim kampanye di semua daerah untuk berkonsolidasi. Setelah berakhirnya masa kampanye, mereka akan mencopot atribut-atribut capres yang dipasang di berbagai tempat sesuai dengan ketentuan KPU baik secara swadaya oleh masyarakat dan pendukung maupun tim kampanye setempat. Upaya untuk mendongkrak popularitas capres mereka selama minggu tenang diserahkan kepada daerah-daerah untuk menyiasatinya sepanjang tidak melanggar aturan tentang kampanye. Amien dan Siswono, kata Icu, sudah dipenuhi agenda memenuhi undangan atau silaturahmi beberapa kelompok masyarakat dari kalangan sendiri. "Misalnya dari kalangan Muhammadiyah dan partai-partai pendukungnya seperti PNBK, PBR, PNI Marhaenis, konstituen Ahmad Sumargono (PBB) dan sebagainya. Silaturahmi itu sebagai penghormatan dan ucapan terima kasih atas dukungan mereka dan permintaan maaf kepada berbagai pihak yang karena kesibukannya selama masa kampanye terhalang keperluannya untuk bertemu Pak Amien dan Pak Sis." Merancang Tim sukses capres Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) - Jusuf Kalla (JK) juga memanfaatkan masa jeda satu minggu ini untuk mengevaluasi atas kinerja pasangan ini selama masa kampanye. "Kami juga membuat beberapa perkiraan-perkiraan baik bagaimana kemungkinan hasilnya pada Pemilu 5 Juli nanti maupun rencana langkah kita ke depan jika masuk putaran kedua. Kami akan menilai siapa kira-kira pesaing pada putaran kedua nanti," tutur Wakil Ketua Tim Kampanye SBY-JK, Mayjen (Purn) Achdari. Dalam rangka evaluasi itu tim sukses akan merancang tahap-tahap berikutnya, yang perlu dilakukan adalah untuk tetap mendongkrak popularitas pasangan ini meski bukan dalam rangka kampanye. Achdari mengaku ada beberapa sarana dan media yang akan mereka lakukan untuk menjaga citra positif SBY-JK. Namun, dia tidak menjelaskan secara terperinci apa saja media itu. "Akan tetapi salah satunya melalui wawancara dengan media seperti ini, pendekatan door to door atau menggunakan suara tokoh-tokoh masyarakat untuk membentuk opini positif bagi pasangan capres-cawapres kami." Mantan Dirjen Sospol Depdagri ini mengakui, selama seminggu hari tenang tidak mungkin bagi mereka untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang bisa dikategorikan sebagai kampanye. Dan, pihaknya sudah memberikan arahan kepada tim suksesnya di daerah-daerah untuk menghindari pelanggaran aturan kampanye. Yang menjadi perhatian tim sukses SBY-JK adalah kemungkinan masih munculnya isu-isu negatif yang menyudutkan capres-cawapres mereka. SBY memang satu dari capres yang paling sering diterpa isu miring, antara lain disebut beragama Kristen lantaran istrinya bernama Kristiani, isu mendapat bantuan dana kampanye dari CIA dan sebagainya. Achdari yakin, isu-isu miring seperti itu akan tetap muncul meski diharapkan intensitasnya mulai kendur. "Sepanjang masih memungkinkan, kami akan terus mengklarifikasi isu-isu seperti itu. Akan tetapi prinsipnya, kami tidak akan pernah menyerang lawan," tandasnya. Namun Achdari menyadari, tak seharusnya setiap isu yang muncul perlu ditangkis. Karena jika itu terjadi, hanya akan membuang-buang waktu dan energi. Menjawab seberapa besar peluang SBY-JK maju ke putaran kedua, dia menyatakan optimisme itu cukup besar. Hal itu terlihat dari berbagai polling dan penelitian, laporan dari bawah ataupun sambutan masyarakat terhadap pasangan ini selama masa kampanye lalu. Atas dasar itulah, Minggu lalu SBY berani menargetkan perolehan 40% suara pada Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 5 Juli nanti. Seperti diakui Achdari, semula pihaknya hanya memperhitungkan satu dua calon tertentu yang bakal menjadi pesaing kuat SBY. Akan tetapi dari berbagai polling dan penelitian yang muncul belakangan, ada satu pasangan capres yang agaknya harus mereka perhitungkan. Namun bagi tim SBY, munculnya pesaing baru ini justru membuat Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 5 Juli nanti menjadi "pertarungan yang menantang." Paling Bawah Lantas bagaimana dengan posisi pasangan Hamzah Haz - Agum Gumelar yang selama ini menempati posisi paling bawah baik dalam penelitian maupun polling di antara pasangan capres-cawapres? Menurut pendapat salah seorang anggota tim sukses mereka, Drs Lukman Hakim Syaifuddin, hasil polling itu tidak terlalu menjadi perhatian. "Terus terang hasil berbagai polling itu tidak menjadi perhatian kami," ujarnya. Dia justru mempertanyakan berbagai hal mengenai latar belakang polling tersebut, baik dari segi penyelenggara, metodologi maupun transparansinya. Polling itu harus dicermati independensinya karena metodologinya yang digunakan juga tidak pernah diungkapkan. "Jadi jangan hanya satu pihak mengenai hasilnya saja yang diungkap sedangkan prosesnya tidak pernah dipaparkan ke publik," ujar Lukman Hakim. Kendati demikian, dia mengaku tidak risau dengan anggapan bahwa pasangan capres-cawapres Hamzah - Agum disebut sebagai underdog. "Kami justru senang diposisikan begitu karena dengan demikian kita sebenarnya nothing to lose. Artinya masuk putaran kedua alhamdulillah, tidak masuk juga alhmadulillah. Karena yang masuk itu pasti yang terbaik. Jadi, dengan sebutan juru kunci kami malah tidak ada beban." Kalau merasa terbebani justru akan memancing pada tindakan-tindakan di luar batas. "Karena itu, sekali lagi kami justru diuntungkan dengan posisi itu. Kami yakin, ini yang terbaik karena yang terpenting adalah sudah berusaha," ujarnya. Menyaksikan masa kampanye selama satu bulan ini agaknya pasangan Hamzah-Agum merupakan pasangan yang paling sering menerima gangguan yang datangnya justru dari dalam partai sendiri. Setidaknya telah muncul berita bahwa Gerakan Pemuda Kakbah (GPK) tidak mendukung Hamzah tetapi malah mendukung Amien Rais. Demikian juga dengan sebagian jajaran PPP di Jawa Barat ataupun sebagian daerah lainnya. Tentang situasi seperti ini, Lukman mengakui sebagai hal yang biasa dalam politik karena selain ada persoalan suka dan tidak suka juga ada kompetitor yang mengganggu. "Akan tetapi, semua itu sifatnya perorangan saja. Artinya, tidak ada struktur partai secara resmi yang terlibat. Mereka hanya perorangan yang mengatasnamakan institusi partai." Dia mengemukakan, PPP menghadapi persoalan dana yang terbatas sehingga ruang gerak kampanye capresnya tidak seluas capres lain. "Kami sadar, segala sesuatu perlu dana. Akan tetapi juga harus diingat, dana bukan segala-galanya. Jadi yang penting apa yang bisa dilakukan secara optimal dengan dana yang ada," tandas Lukman Hakim. Alhasil, sampai satu bulan kampanye ini, PPP merasakan ada beberapa daerah yang cukup menjanjikan. Dan, peluang untuk masuk putaran kedua masih sama. Tiap-tiap pasangan calon ada plus minus. Adapun plus yang kami miliki adalah modal kepercayaan pemilih pada pemilu anggota legislatif lalu yang jumlahnya cukup besar, yakni sembilan juta suara. Dan, dukungan itu akan bertambah dari daerah-daerah tertentu khususnya kalangan tokoh masyarakat yang sebenarnya bukan pemilih PPP, misalnya beberapa suara dari pendukung Pak Agum Gumelar," paparnya. Berdasarkan itu pula, PPP sejauh ini juga belum pernah berpikir tentang kemungkinan pengalihan suara pada putaran kedua karena konsentrasi masuk putaran kedua agar tidak terpecah. "Bila itu harus dilakukan maka pada waktunya nanti baru dipikirkan," ujar Lukman Hakim Syaifuddin.(Fauzan Jayadi dan Nasrudin Anwar-87j) | ||||