logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 02 Juli 2004 NASIONAL
Line

Saddam Tolak Teken Berkas

BAGDAD - Saddam Hussein, mantan presiden Irak, Kamis kemarin untuk kali pertama diajukan ke pengadilan khusus Irak. Dia didakwa melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Para saksi mata dan wartawan mengatakan, Saddam tiba di gedung pengadilan - yang terletak di suatu distrik kota Bagdad - dengan tangan diborgol dan kaki dirantai. Sejumlah polisi menjaganya.

Dikatakan, Saddam menolak menandatangani berkas perkara yang diajukan kepadanya dalam sidang tersebut. Dia menyebut proses hukum atas dirinya sebagai "sandiwara" belaka.

Dia justru mengatakan penjahat sebenarnya adalah Presiden AS George W Bush. Dia juga menolak mengakui pernah menginvasi Kuwait pada 1990.

Christiane Amanpour dari CNN adalah salah seorang dari sejumlah wartawan yang diizinkan masuk ke gedung pengadilan. Menurutnya, Saddam tampak putus asa dan bersikap ingin melawan.

Bekas orang nomor satu Irak itu mengenakan pakaian sipil. Jenggot dan kumisnya - yang tebal dan tidak terurus saat dia ditangkap tentara AS pada Desember lalu - telah dicukur.

"Saya Saddam Hussein, presiden Irak," katanya berulang-ulang. Dalam rekaman video, dia terlihat lebih kurus, mata cekung, dan sebagian jenggotnya berubah putih. Rekaman tersebut disiarkan ke seluruh dunia, segera setelah dia hadir di pengadilan selama 30 menit.

Tersenyum Sinis

Kantung matanya terlihat tebal. Dia mengenakan jas warna hitam dan kemeja putih, tanpa dasi. Itu rekaman pertama yang memperlihatkan Saddam, sejak dia muncul dengan jenggot panjang awut-awutan setelah ditangkap, 13 Desember lalu.

Saddam menolak mengakui bahwa dia bersalah melakukan kejahatan dengan menginvasi dan menduduki Kuwait pada 1990. Dia mengatakan kepada hakim: "Saya melakukan itu untuk rakyat Irak. Bagaimana Anda membela anjing-anjing ini?"

Hakim menegur Saddam karena berkata kasar dan mengingatkan bahwa dia berada di ruang pengadilan. Dia melihat ke sekeliling. Sambil tersenyum sinis dia berkata: "Ini hanya sandiwara. Penjahat yang sebenarnya adalah Bush."

Dia tiba dengan helikopter AS ke sebuah pangkalan militer, dan kemudian dibawa dengan bus lapis baja ke pengadilan yang berada di salah satu bekas istana Saddam, tidak jauh dari Bandara Internasional Bagdad.

Dua penjaga berbadan tegap mengawalnya masuk ke gedung pengadilan. Di sana, rantainya dilepaskan. Borgol yang membelenggu tangannya dilepaskan di dalam ruang pengadilan. Dia menunduk ketika menghadapi kamera. Pembacaan dakwaan tersebut merupakan langkah awal menuju pengadila yang bisa membantu Irak menyelesaikan kasus kekejaman Partai Baath selama 35 tahun berkuasa, meskipun persidangan itu mungkin akan berlangsung berbulan-bulan.(rtr-ben-30)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA