| Jumat, 02 Juli 2004 | NASIONAL |
Setelah Tujuh Tahun Cassini Capai Saturnus
PASADENA - Setelah tujuh tahun menjelajahi antariksa dalam sistem tata surya Bima Sakti (Milky Way) bagian luar, pesawat luar angkasa Cassini menelusup ke dalam cincin cahaya Saturnus, Kamis kemarin. Pesawat tanpa awak yang dioperasikan bersama oleh AS dan Eropa itu kemudian memperlambat gerak lajunya, dan beredar di sekitar orbit planet raksasa tersebut (yang berada pada urutan keenam dari Matahari). Ilmuwan dan teknisi misi tersebut menonton dengan perasaan tegang di Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA di Pasadena, California, Rabu malam waktu setempat (Kamis siang WIB). Mereka menyaksikan isyarat awal yang menunjukkan Cassini melewati dengan selamat cincin Saturnus. Kemudian, pesawat luar angkasa itu menyalakan sebuah mesinnya. "Saya bisa katakan, sungguh hebat sekali pesawat itu berada di orbit sekitar lord of the rings," kata Charles Elachi, direktur JPL dan anggota tim radar Cassini. Dia agaknya mengacu pada film trilogi "Lord of The Rings" (LOTR) yang amat populer di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Gambar pertama perpapasan terdekat Cassini dengan cincin Saturnus diperkirakan bisa tersedia Kamis pagi waktu California (semalam WIB), bersama dengan data tentang kinerja pesawat antariksa tersebut. Sebab, sinyal radio Cassini dari Satrunus - yang berjarak 1,4 miliar kilometer dari Bumi - butuh waktu 80 menit ke JPL. Penempatan pesawat luar angkasa pertama ke sekitar orbit Saturnus, menandai sukses besar lain NASA pada tahun ini. Badan antariksa AS tersebut telah mengoperasikan dua robot penjelajah di permukaan Mars sejak Januari lalu, dan sebuah pesawat antariksa sedang meluncur kembali ke Bumi dengan membawa contoh bebatuan dari sebuah komet. Administrator NASA Sean O'Keefe, berbicara di telepon dari Washington DC, mengatakan masuknya Cassini ke orbit Saturnus merupakan "kemenangan yang mengagumkan". Keberhasilan tersebut merupakan bagian dari "double header", menyusul kesuksesan berjalan di luar angkasa oleh awak stasiun antariksa internasional sebelumnya pada malam itu. Suatu manuver hati-hati memungkinkan Cassini bisa ditangkap oleh gravitasi Saturnus, ketika pesawat itu menyalakan mesinnya dalam jarak 20.000 kilometer dari puncak awan planet raksasa tersebut. Dengan menggunakan antena parabola penerima gelombang radio sebagai tameng dari hujan partikel, Cassini memasuki celah di antara dua cincin Saturnus. Kemudian, pesawat itu berputar dan menyalakan mesinnya selama lebih dari satu setengah jam, untuk memperlambat akselerasi. Cassini kemudian berputar lagi untuk menempatkan antena yang menjadi tamengnya di depan, ketika pesawat tersebut kembali melewati celah di cincin itu. Manuver itu harus dilakukan secara otomatis, karena jarak Bumi dan Saturnus yang begitu jauh tidak memungkinkan pusat kendali di JPL campur tangan.(rtr-ben-30) | ||||