logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 02 Juli 2004 NASIONAL
Line

Ditanya Gender, Haz Tunjuk Agum

  • Debat Capres Lebih Hidup

HARI KEDUA:Tiga pasangan capres-cawapres tampil dalam debat pada hari kedua, yang diadakan KPU, di Hotel Borobudur, Jakarta, semalam. Ketiga pasangan itu, Wiranto-Gus Sholah, Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla, dan Hamzah Haz-Agum Gumelar.(55a)

JAKARTA-Debat capres dan cawapres hari kedua yang menampilkan pasangan Wiranto-Salahuddin Wahid (Gus Sholah), Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Jusuf Kalla (JK), dan Hamzah Haz-Agum Gumelar, semalam berlangsung lebih "hidup" dibandingkan acara hari pertama.

Baik panelis, pasangan capres-cawapres, serta pengarah, terlihat lebih santai dan tanya-jawab lebih lancar.Di sela-sela perdebatan, terjadi adegan yang menarik ketika Hamzah Haz mendapat pertanyaan dari panelis Harstuti Harkrisnowo, soal kesetaraan perempuan atau gender. Terkait hal itu, Hamzah Haz tidak langsung menjawab, tapi justru mempersilakan pasangannya, Agum Gumelar untuk "meladeni" pertanyaan tersebut.

Adegan tersebut, tentu saja langsung disambut tertawa oleh hadirin yang memadati Ruang Flores, Hotel Borobudur Jakarta. Pasalnya, semua orang tahu bahwa Hamzah Haz memiliki istri lebih dari satu. Adegan "lucu" lain juga tanpa sengaja diperlihatkan pasangan SBY-JK. Suatu kali SBY "tertangkap" oleh sejumlah penonton dan seorang panelis, saat mencolek pasangannya, Jusuf Kalla yang diduga memberikan jawaban kurang tepat, masih terkait pertanyaan gender tersebut.

Selain diwarnai adegan-adegan "lucu" yang tanpa sengaja diperlihatkan oleh para capres-cawapres, acara debat yang berlangsung selama 120 menit itu, juga muncul kabar bahwa soal-soal yang akan ditanyakan panelis "bocor".

Kabar "bocornya" pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan panelis itu, dipengaruhi oleh adanya pasangan capres dan cawapres yang sangat "lancar" memberikan jawaban. Terkesan, pasangan tersebut sudah mempersiapkan naskah jawaban yang akan disampaikan dalam debat tersebut. Namun hal itu, dibantah oleh semua panelis. BIsa jadi para capres dan cawapres itu memang sudah mempersiapkan diri sebelumnya.

Memang pada acara tersebut, tiga mantan jenderal, yaitu Wiranto, SBY, dan Agum Gumelar, terlihat lebih percaya diri. Sedangkan Salahuddin Wahid mencoba menunjukkan lebih kalem. Jusuf Kalla jelas-jelas terlihat serius dan Hamzah Haz mencoba berusaha tampak santai.

Kesiapan para capres dan cawapres itu, diakui salah seorang panelis Ikrar Nusa Bhakti di akhir acara. Secara umum, acara debat hari kedua sedikit lebih lancar dan santai dibanding hari pertama. Menurut kepala Departemen Politik LIPI tersebut, fakta itu patut dimaklumi, karena KPU sebagai penyelenggara, melakukan berbagai perbaikan atas kekurangan-kekurangan yang terjadi pada hari pertama.

Selain itu, ditunjang pula oleh sikap panelis yang cenderung lebih bebas dalam memberikan pertanyaan. "Kalau di hari pertama, kan tidak. Kami terlalu terpaku pada aturan, sehingga tanya-jawab atau dialog terkesan kaku dan tidak komunikatif," papar Ikrar.

Sementara panelis lainnya, yaitu Rektor Undip Prof Ir Eko Budihardjo MSc yang kebagian tugas menanyakan soal-soal budaya, seperti halnya pada acara hari pertama, menjadi sosok panelis yang kerap mengudang tepuk tangan penonton. Karena seringkali saat mengajukan pertanyaan dengan menyisipkan puisi.

Ricuh

Tidak berbeda dari hari pertama, semalam acara debat dibanjiri penonton. Bahkan, satu setengah jam sebelum acara dimulai, panpel dan petugas keamanan sempat terlibat ketegangan dengan ratusan warga yang mengaku pendukung salah satu capres. Ketegangan terjadi, karena mereka tidak memiliki kartu undangan dan pengenal.

Kericuhan akhirnya dapat dihindari, setelah petugas keamanan mempersilahkan warga yang ingin menonton di dalam ruang itu dipersilahkan untuk menyaksikan jalannya acara debat melalui televisi layar lebar di lobby hotel, yang pada hari pertama fasilitas itu tidak ada. Di dalam ruangan sendiri, seluruh kursi yang disediakan panitia dipenuhi penonton dan undangan.

Suasana acara debat tersebut makin dinamis, karena moderator Ira Koesno, juga terlihat telah berupaya memperbaiki penampilannya. Tampil dengan sedikit lebih luwes, kendati selama 120 menit tersebut, berulangkali Ira Koesno memotong pembicaraan para peserta debat maupun panelis. Untuk menghidupkan suasana, Ira juga beberapa kali memberikan komentar yang kadang mengandung sindiran dan kritikan pedas terhadap jawaban-jawaban yang diberikan para peserta.

Sebelum acara dimulai, Ira menyampaikan beberapa larangan kepada penonton, antara lain dilarang memberikan tepukan tangan terhadap berbagai jawaban capres maupun cawapres.

Namun demikian, larangan itu sama sekali tidak digubris, karena berulangkali penonton memberikan tepukan terhadap ketiga pasangan capres-cawapres tersebut.

Usai acara, SBY mengaku bahwa dirinya tidak bisa maksimal, karena waktu untuk memberikan jawaban sangat singkat, hanya satu menit. "Ke depan harus ditambah, minimal 2 atau 3 menit," katanya.

Sedangkan calon presiden lainnya, Wiranto mengaku, selama acara tersebut, dirinya merasa mampu memberikan seluruh jawaban-jawaban yang ditanyakan para panelis.(bn,F4-69)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA