| Jumat, 02 Juli 2004 | MURIA |
Pelancar Pengiriman Data PilpresDikerahkan Puluhan Siswa SMKJEPARA Untuk mengantisipasi keterlambatan pengiriman data entry ke KPU Pusat pada Pilpres 5 Juli mendatang, KPU Jepara Senin (28/6) kemarin mengadakan pelatihan teknologi informasi (TI) untuk petugas pemilu di tingkat PPK. Pelatihan yang melibatkan puluhan pelajar SMK 17 Bangsri dan SMKN 3 Jepara itu merupakan langkah awal KPU Jepara untuk menutupi kelemahan dan kekurangan dalam pemilu legislatif lalu, terutama pada pengiriman data dari PPK ke KPU Pusat. Humas KPU Jepara, Muslim Aisha menyatakan, puluhan siswa yang mengikuti pelatihan tersebut nanti disebar ke PPK di seluruh Jepara. Rencananya setiap PPK ada tiga orang operator pengiriman data entry yang terdiri atas dua siswa dan satu guru pendamping. Muslim mengatakan keterlambatan pengiriman data pada pemilu legislatif lalu disebabkan beberapa hal. Pertama, jumlah petugas terkait di tiap-tiap PPK tidak merata. Kedua, guru pendamping belum memberikan waktu sepenuhnya untuk tugas tersebut. Ketiga, pelatihan yang diberikan kepada petugas kurang mendalam. "Dalam pelatihan kali ini kami mengharapkan setiap petugas di tingkat PPK betul-betul menguasai teknik informasi. Selain itu mereka harus bekerja selama selama 4 hari penuh sejak 5 Juli," katanya. Dia mengungkapkan pendalaman materi, mulai Rabu (30/6) besok, siswa-siswa tersebut akan mengikuti uji coba praktik pengiriman data entry melalui komputer di tiap-tiap kecamatan. "Selasa (29/6) KPU Jepara akan mengadakan pertemuan dengan semua ketua PPK di Jepara. Tujuannya, sosialisasi tentang keberadaan para siswa terkait dengan tugasnya di tiap-tiap PPK." Surat Suara Lengkap Dia berharap dengan pelatihan ini jumlah perolehan suara di kabupaten Jepara dalam waktu yang cepat dapat diumumkan. Berdasarkan informasi terakhir hingga Senin kemarin, logistik pilpres di Jepara masih ada yang kurang. Muslim mengatakan surat suara dan keperluan ATK sudah lengkap semua dan sudah didistribusikan ke tiap-tiap PPK. Bahkan pendistribusian sudah ada yang sampai ke tingkat PPS yang pada pilpres ini bertambah 23, yakni menjadi 2.679 PPS. Namun jenis formulir model C masih banyak yang belum terkirim. "Kalau sampai awal Juli nanti belum terkirim kami terpaksa memfotokopi formulir sendiri. Sebab waktunya sudah mepet," tegasnya. Jumlah pemilih di Jepara untuk pilpres kali ini, lanjut dia, dipastikan bertambah sekitar 10 ribu orang. Penambahan itu berasal dari pemilih yang pada pemilu legislatif lalu belum terdaftar. Selain itu juga dari pemilih baru yang pada 5 Juli mendatang umurnya sudah memenuhi syarat.(mds-14i) |