logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 02 Juli 2004 SEMARANG
Line

Kemarau Ancam 27.205 Ha Sawah di Kendal

KENDAL- Memasuki musim kemarau sekarang ini, sekitar 27.205 hektare lahan persawahan yang tersebar di sejumlah desa di 17 kecamatan Kabupaten Kendal, rawan kekeringan. Lima peringkat atas wilayah kecamatan yang rawan kekeringan adalah Sukorejo seluas 5.111 hektare, Patean (4.670), Singorojo (37,57), Boja (3.320), dan Kaliwungu (3.141).

"Dari 19 kecamatan yang ada di Kabupaten Kendal, 17 wilayah kecamatan di antaranya dinyatakan rawan kekeringan. Dua kecamatan yang terbebas bencana kekeringan hanya Limbangan dan Plantungan. Dua wilayah kecamatan itu memiliki sumber mata air berlimpah, baik untuk kebutuhan pengairan di lahan pertanian maupun untuk konsumsi sehari-hari," papar Kasi Pemantauan dan Pemulihan Kantor Pedalda Kendal M Ichsan Hisjam, kemarin.

Dia mengungkapkan, puluhan ribu hektare lahan perwasahan merupakan wilayah langganan kekeringan, khususnya dalam musim kemarau. "Khusus kekeringan yang terjadi pada lahan pertanian di Kaliwungu dan Brangsong, sebagian besar disebabkan oleh rusaknya saluran irigasi teknis. Selain itu, karena debit air dari Kedung Pengilon yang semakin mengecil," jelasnya.

Lahan Kritis

Sementara itu, Bupati Grobogan H Agus Supriyanto SE mengungkapkan, saat ini banyak lahan kritis akibat penjarahan, pola tebang habis, dan kebakaran hutan.

"Lahan kritis di Grobogan saat ini sudah mencapai 17.730,32 hektare, akibat pola tebang habis, kebakaran, dan penjarahan hutan," kata Agus Supriyanto, kemarin.

Untuk tetap menjaga keseimbangan antara kawasan hutan dan permukiman diperlukan adanya dukungan berupa percepatan kegiatan penanaman pada kawasan hutan yang rusak serta lahan-lahan kritis, dengan berbagai upaya.

"Seperti, reboisasi di lahan hutan yang rusak, penghijauan pada lahan-lahan kritis, serta membuat daerah-daerah resapan untuk mengatasi kelangkaan air pada musim kemarau."

Sebelumnya, warga Desa Lemah Putih, Kecamatan Brati meminta agar Pemkab Grobogan segera mencarikan solusi untuk mengatasi bencana tahunan yang sering di alami warga setempat berupa air yang menggenangi rumah dan jalan lingkungan. (G15,H3-84k)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA