| Jumat, 02 Juli 2004 | SEMARANG |
Anak Buruh PabrikIkuti Lomba Olimpiade Astronomi di UkrainaROROM Priyatikanto, siswa kelas III SMP Negeri 1 Ungaran bakal menjadi duta Indonesia dalam Olimpiade Astronomi yang akan berlangsung pada 6-16 Septermber di Ukraina, Eropa Timur. Dia akan berlaga bersama Rizky Rahmayanti (SMP 1 Ponorogo, Jawa Timur) dan M Iqbal Bakti Utama (SMP 4 Pekanbaru, Riau). Sebelumnya, putra pasangan Bambang Utama dan Ny Sri Setiati pegawai bagian engineering PT Apac Inticorpora Bawen, Kabupaten Semarang, itu mendapat mendali emas dalam Olimpiade Astronomi tingkat nasional yang berlangsung di Bandung dan Jakarta pada 23-27 Mei 2004. "Saya bersama dengan wakil dari Riau dan Ponorogo mendapat medali emas dalam lomba tingkat nasional," kata Rorom, kemarin. Dia menceritakan mendapat medali emas ketika pada 26 April lalu ditunjuk oleh sekolahnya untuk mengikuti lomba Olimpiade Astronomi tingkat Jateng di SMA Nusantara Magelang. Ketika itu, ia bersaing dengan sekitar 90 - 100 peserta wakil dari kabupaten/kota. Tes seleksi yang diajukan panitia juga cukup sulit, yakni mata pelajaran astronomi, matematika, fisika, dan Bahasa Inggris. Pada 28 April lalu dia dinyatakan lolos seleksi bahkan nilainya menempati urutan pertama. Dia berhak menjadi wakil Jateng untuk mengikuti Olimpiade Astronomi tingkat nasional di Jakarta. "Sejak itu, saya lebih giat membaca buku-buku astronomi dan belajar bahasa Inggris," tuturnya. Berzikir Rorom yang bercita-cita masuk SMA 3 Semarang itu mengaku punya pengalaman yang cukup berharga ketika mengikuti seleksi tingkat nasional. Pada hari pertama, peserta melakukan tes simulasi di planetarium. Di sana peserta mempelajari bumi dan langit dan selanjutnya diadakan tes tertulis. Pagi harinya, para peserta dibawa ke Lembang, Bandung. Di sana peserta diminta untuk melakukan pengolahan data disertai hasil observasi. "Alhamdulillah saya bisa menyelesaikan tugas-tugas itu." Ada pengalaman yang menarik ketika seleksi tingkat nasional itu. Para peserta kebanyakan sudah membawa ponsel, namun dia justru membawa tasbih untuk berzikir setiap malam. "Jadi, meski tidak punya ponsel, saya tidak minder. Untung saya membawa tasbih, sehingga malah bisa untuk berzikir," ujarnya. Namun, Rorom mengaku kesulitan mencari buku-buku astronomi. Padahal buku-buku itu sangat dibutuhkan untuk menunjang lomba mendatang. Meskipun kini sudah mendapat privat khusus dari sekolah, namun dia berharap mendapatkan sumbangan buku tentang astronomi. "Jika ada pihak yang mau menyumbang buku astronomi akan diterima dengan senang hati." Bagian Kesiswaan SMP N 1 Ungaran Drs Waluyo Sutiono yang mendampingi Rorom wawancara menjelaskan saat ini siswanya sedang persiapan untuk seleksi tiga besar. Sebab pada lomba tingkat nasional terpilih tiga orang mendapat medali emas dan empat medali perak. Menurut Waluyo, selama ini prestasi sekolah Rorom cukup cemerlang. Sejak dari duduk di kelas I - III, selalu menempati ranking pertama. "Bahkan dalam UAN kemarin, nilai matematikanya 10. Sedangkan nilai Bahasa Indonesia dan Bahasa Ingris delapan lebih." Kepala SMP 1 Ungaran Drs Agus Wisnogroho dan humas Sardjo, kemarin, menyatakan minta dukungan dan doa restu agar duta dari Ungaran itu dapat mempersembahkan prestasi terbaik bagi bangsa ini. Kini Rhorom berlatih di Ungaran dan Jakarta untuk mempersiapkan diri. Untuk mempersiapkan diri bertarung dengan wakil 14 negara yang mengikuti Olimpiade Astronomi, selama dua minggu dia dilatih bahasa Inggris. Meski prestasi di bidang pendidikan telah berhasil diukir, Dewan Pendidikan (DP) menilai perhatian Pemkab untuk memacu siswa agar maju ke pentas nasional dan internasional masih sangat kurang. Misalnya dalam lomba dokter kecil di Jakarta, beberapa waktu lalu, Pemkab hanya memberikan uang saku Rp 150.000. Karena itu, untuk mengantarkan Rhorom ke pentas dunia, Dewan berharap Pemkab memberikan perhatian lebih. (Imam Nuryanto, Zaenal Abidin-84,89) |