logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 02 Juli 2004 SEMARANG
Line

Buat Sumur Bor Keluar Api

GROBOGAN- Warga Dusun Tanjungsari, Desa Tanggungrejo, Kecamatan Wirosari, Kabupaten Grobogan, Kamis (1/7), sekitar pukul 1.30 dini hari dikejutkan adanya kobaran api yang muncul dari dalam sumur bor yang berada di depan rumah Atmaturmuji alias Kasmadi (28). Jilatan api mencapai tinggi sekitar 3 meter.

Akibatnya, Kasmadi dan Sami (60) tetangganya yang rumahnya berdekatan dengan sumur api itu terpaksa mengungsi. Tak hanya itu, untuk menghindari kebakaran, warga beramai-ramai membongkar sebagian rumah Kasmadi dan Sami.

Warga menduga api tersebut berasal dari gas alam yang keluar dari dalam sumur. Meski demikian untuk memastikan asal muasal api tersebut, Pemkab Grobogan telah meminta bantuan kepada PT Pertamina untuk menyelidikinya.

Sementara itu, puluhan warga Kecamatan Wirosari dan sekitarnya sejak pagi hingga siang hari tampak bergerombol di sekitar sumur itu. Menurut Kasmadi, kejadian itu berawal ketika dirinya hendak membuat sumur bor di depan rumahnya. Rencananya jika sumur tersebut jadi, akan dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan air keluarganya serta warga sekitar, mengingat di desa tersebut baru ada tiga sumur bor.

36 Meter

Menurut lelaki yang sehari-hari menjadi supir omprengan itu, dirinya kemudian meminta bantuan pada tukang bor dari Desa Kalirejo, Kecamatan Wirosari.

Pada Rabu (30/6) pagi, dilakukan pengeboran. Hingga kedalaman 36 meter, sekitar pipa bor mengeluarkan lumpur. Namun, sewaktu pipa tersebut diangkat untuk diganti dengan pipa pralon, tiba-tiba lumpur dari sumur tersebut muncrat hingga setinggi 20 meter.

"Muncratnya lumpur tersebut disertai suara gemuruh seperti suara yang ditimbulkan dari kompor penjual mie ayam. Lumpur masih muncrat hingga larut malam," kata Kasmadi yang mengaku baru dua bulan tinggal di rumah itu.

Lebih lanjut dia mengatakan, pada dini harinya dari sumur yang mengeluarkan lumpur berwarna putih kehijau-hijauan itu tiba-tiba menyala api. Tak urung warga sekitar yang menyaksikan keanehan tersebut menjadi panik.

Kepanikan serupa juga dialami Sami, yang rumahnya berdekatan dengan kobaran api tersebut. Dia pun terpaksa harus mengungsi di rumah tetangganya.

Kepala Desa Tanggungrejo Sukamto mengatakan, pihaknya sudah melaporkan kejadian tersebut kepada Camat Wirosari dan Bupati Grobogan. (H3-84)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Liputan Pemilu
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA